Perubahan iklim global telah meningkatkan intensitas kejadian hidrometeorologi, terutama banjir di kawasan pesisir yang berdampak terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat. Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi akibat kombinasi faktor perubahan curah hujan, banjir rob, amblesan tanah, serta tekanan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan curah hujan terhadap risiko banjir dan implikasinya terhadap fenomena environmental migration masyarakat pesisir Pantura Jawa periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis data sekunder dari BMKG, BNPB, InaRISK, BPS, Dukcapil, serta literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variabilitas curah hujan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir, terutama di Semarang, Demak, Pekalongan, dan Jakarta Utara, yang kemudian mendorong peningkatan perpindahan penduduk akibat degradasi lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa risiko banjir berperan sebagai variabel penghubung antara perubahan iklim dan mobilitas penduduk, sehingga diperlukan strategi adaptasi dan mitigasi terpadu untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.
Copyrights © 2026