Latar belakang: Biji ketapang (Terminalia catappa) merupakan limbah biomassa yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki kandungan minyak yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku sabun cair. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu pengepresan terhadap rendemen minyak biji ketapang serta menganalisis pengaruh variasi rasio minyak biji ketapang dan minyak kelapa terhadap karakteristik sabun cair berdasarkan parameter pH, viskositas, kadar alkali bebas, dan kadar asam lemak bebas dengan mengacu pada SNI 2588:2017. Metode: Proses ekstraksi minyak dilakukan menggunakan metode pengepresan (screw press) dengan variasi suhu 60, 70, 80, 90, 100, 110, 120, 130, 140, dan 150 °C. Minyak hasil ekstraksi kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun cair dengan variasi rasio minyak biji ketapang dan minyak kelapa sebesar 100:0, 70:30, 50:50, 30:70, dan 0:100. Karakteristik sabun cair dianalisis berdasarkan parameter pH, viskositas, kadar alkali bebas, dan kadar asam lemak bebas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengepresan berpengaruh terhadap rendemen minyak biji ketapang, dengan rendemen optimum sebesar 42,0% yang diperoleh pada suhu 120 °C. Variasi rasio minyak juga berpengaruh terhadap karakteristik sabun cair yang dihasilkan. Nilai pH berkisar 8,8 - 9,4, viskositas 1.862,7 – 3.981,4 cP, alkali bebas 0,05 – 0,09 %, dan asam lemak bebas 0,38 – 0,71 %. Formulasi terbaik diperoleh pada rasio 0:100 (minyak ketapang:minyak kelapa), yaitu 0% minyak biji ketapang dan 100% minyak kelapa dengan pH 8,8, viskositas 2.040,3 cP, alkali bebas 0,05%, dan asam lemak bebas 0,38%, sehingga memenuhi persyaratan mutu sabun cair berdasarkan SNI 2588:2017. Kesimpulan: Suhu pengepresan optimum untuk memperoleh rendemen minyak biji ketapang adalah 120 °C dengan rendemen sebesar 42%. Dan variasi rasio minyak semuanya memenuhi parameter mutu sabun cair.
Copyrights © 2026