Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner memiliki peran penting dalam perekonomian daerah, namun masih menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut juga ditemukan pada pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Pangkalpinang, khususnya dalam pencatatan transaksi, pengelolaan stok bahan baku, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), dan penyusunan informasi keuangan usaha yang masih dilakukan secara sederhana dan belum terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital melalui implementasi SmartKuliner Babel. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis pemecahan masalah melalui tahapan identifikasi kondisi awal, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. SmartKuliner Babel dirancang sebagai sistem kasir dan manajemen usaha terintegrasi yang mengombinasikan aplikasi Mobile Point of Sale (POS) untuk pencatatan transaksi harian dengan dashboard manajemen berbasis web untuk memantau data penjualan, stok, dan informasi keuangan usaha. Integrasi sistem tersebut diarahkan untuk mendukung peralihan dari pengelolaan usaha yang sebelumnya dilakukan secara manual menuju pengelolaan yang lebih terstruktur dan berbasis data. Melalui penerapan teknologi yang disertai pelatihan dan pendampingan,
Copyrights © 2026