Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran, perkembangan, dan aktivitas sosial siswa. Namun, SD GMIM 20 Manado menghadapi permasalahan berupa keterbatasan lahan, belum optimalnya pemanfaatan ruang terbuka, keterbatasan ruang bermain dan area hijau, serta kondisi sirkulasi yang belum sepenuhnya mendukung keamanan dan kenyamanan siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi pihak sekolah dalam merumuskan konsep penataan lingkungan berbasis ruang ramah anak yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan partisipatif melalui tahapan persiapan dan koordinasi, identifikasi kondisi eksisting, analisis permasalahan, penyusunan konsep penataan, sosialisasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi, diskusi, dan wawancara dengan pihak sekolah, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterbatasan ruang dapat direspons melalui optimalisasi fungsi ruang dan penataan yang terintegrasi berdasarkan pola aktivitas siswa dan karakteristik tapak. Konsep penataan yang dihasilkan meliputi penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS), pengembangan koridor dan pedestrian ramah anak, optimalisasi ruang terbuka multifungsi untuk kegiatan olahraga, upacara, dan titik kumpul darurat, serta pengembangan vertical garden sebagai strategi penambahan elemen hijau dan media pembelajaran. Pendampingan ini menghasilkan arahan penataan yang dapat menjadi dasar pengembangan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan mendukung aktivitas belajar, bermain, serta interaksi sosial siswa.
Copyrights © 2026