Air limbah industri tekstil sering mengandung logam berat kromium heksavalen [Cr(VI)] yang bersifat toksik dan karsinogenik sehingga perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi biochar teraktivasi NaOH berbahan baku lumpur IPAL industri makanan ringan sebagai adsorben Cr(VI). Biochar dibuat melalui karbonisasi lumpur IPAL kering pada suhu 500°C selama 2 jam, kemudian diaktivasi menggunakan larutan NaOH 2 M selama 24 jam. Proses adsorpsi batch dilakukan pada 100 mL larutan Cr(VI) 100 ppm dengan pH 2, variasi massa adsorben 3–7 gram, serta waktu kontak 30–90 menit. Morfologi biochar dikarakterisasi menggunakan SEM, sedangkan konsentrasi Cr(VI) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm. Hasil SEM menunjukkan bahwa aktivasi NaOH menghasilkan permukaan biochar yang lebih kasar, berongga, dan berdistribusi pori lebih merata dibandingkan biochar tanpa aktivasi. Efisiensi adsorpsi tertinggi sebesar 15,8% diperoleh pada massa adsorben 7 gram dan waktu kontak 60 menit, dengan kapasitas adsorpsi maksimum 0,2201 mg/g; biochar tanpa aktivasi hanya menghasilkan efisiensi 3,3% pada kondisi yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivasi NaOH, massa adsorben, dan waktu kontak berpengaruh signifikan terhadap kinerja adsorpsi biochar lumpur IPAL, meskipun kadar abu dan daya serap iodin biochar masih belum memenuhi baku mutu karbon aktif sesuai SNI 06-3730-1995.
Copyrights © 2026