Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLBAN Chemical Engineering Community Empowerment at SMPN 15 Bandung Supporting Circular Economy Lidya Risang Ayu; Dianty Rosirda Dewi Kurnia; Rispiandi; Dian Ratna Suminar; Rony Pasonang Sihombing
Jurnal Difusi Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

School waste management is a critical issue in Indonesia as it has not been prioritized effectively. Students generate approximately 25–100 grams of waste per day, potentially affecting environmental quality and public health. To address this issue, the Indonesian Ministry of Education and Culture introduced the Adiwiyata program in 2015 to encourage environmentally conscious schools. As part of the Tri Dharma of Higher Education, community service activities support knowledge transfer between universities and society to strengthen this program. This activity was conducted at SMPN 15 Bandung through demonstrations and counseling involving students and teachers, emphasizing circular economy principles and environmental empowerment. Ecoprint innovation introduced eco-friendly totebag coloring using natural plant pigments. Ecocraft activities promoted recycling through keychain production to increase material value. Additionally, ecofood innovation highlighted the utilization of watermelon rind, containing water, fiber, and bioactive compounds, as a value-added food product to reduce waste and improve economic potential.
Degradasi Anaerobik Limbah Cair Organik Tinggi dalam Reaktor Digester Tunggal Dian Suminar; Eli Nuryanti; Mukhtar Ghozali; Rony Pasonang Sihombing; Dianty Rosirda Dewi Kurnia; Lidya Risang Ayu
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara mengatasi permasalahan limbah cair domestik adalah dengan memanfaatkannya menjadi bahan baku pembuatan biogas. Limbah cair (lindi) diproses dengan memanfaatkan bakteri anaerobik dalam reaktor digester tunggal menghasilkan gas metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2) sebagai produk utama dengan perbandingan 60:40. Degradasi lindi dibantu dengan menggunakan kotoran sapi sebagai sumber bakteri. Parameter yang digunakan sebagai analisa adalah pengukuran COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), VSS (Volatile Suspended Solid), alkalinitas, pH, dan temperatur. Pengolahan lindi ini diharapkan setiap harinya memiliki nilai COD berkurang, TSS dan VSS bertambah besar, pH antara 6-8, dan suhu 30-40 °C (untuk pertumbuhan bakteri mesofilik). Pengukuran alkalinitas untuk mengetahui berapa besar kandungan CO2 dalam gas produk dengan cara memplotkanya pada grafik alkalinitas vs pH.
Pengaruh Variasi Massa dan Waktu Kontak Biochar Lumpur IPAL Teraktivasi NaOH terhadap Adsorpsi Cr(VI) Brigita Karin Nainggolan; Danisa Dwi Anggraeni; Herawati Budiastuti; Lidya Risang Ayu
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah industri tekstil sering mengandung logam berat kromium heksavalen [Cr(VI)] yang bersifat toksik dan karsinogenik sehingga perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi biochar teraktivasi NaOH berbahan baku lumpur IPAL industri makanan ringan sebagai adsorben Cr(VI). Biochar dibuat melalui karbonisasi lumpur IPAL kering pada suhu 500°C selama 2 jam, kemudian diaktivasi menggunakan larutan NaOH 2 M selama 24 jam. Proses adsorpsi batch dilakukan pada 100 mL larutan Cr(VI) 100 ppm dengan pH 2, variasi massa adsorben 3–7 gram, serta waktu kontak 30–90 menit. Morfologi biochar dikarakterisasi menggunakan SEM, sedangkan konsentrasi Cr(VI) dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 540 nm. Hasil SEM menunjukkan bahwa aktivasi NaOH menghasilkan permukaan biochar yang lebih kasar, berongga, dan berdistribusi pori lebih merata dibandingkan biochar tanpa aktivasi. Efisiensi adsorpsi tertinggi sebesar 15,8% diperoleh pada massa adsorben 7 gram dan waktu kontak 60 menit, dengan kapasitas adsorpsi maksimum 0,2201 mg/g; biochar tanpa aktivasi hanya menghasilkan efisiensi 3,3% pada kondisi yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivasi NaOH, massa adsorben, dan waktu kontak berpengaruh signifikan terhadap kinerja adsorpsi biochar lumpur IPAL, meskipun kadar abu dan daya serap iodin biochar masih belum memenuhi baku mutu karbon aktif sesuai SNI 06-3730-1995.