Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa, termasuk di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, namun pelaku UMKM masih menghadapi kendala pencatatan keuangan akibat rendahnya literasi keuangan. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan kondisi awal pengelolaan keuangan, pelaksanaan pendampingan, serta hasilnya melalui SMARTBOOK sebagai media literasi keuangan sederhana untuk mendorong UMKM Desa Ngenep naik kelas. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam konteks KKN MAS, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 UMKM, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan kondisi awal pencatatan keuangan masih rendah, dengan 6 UMKM belum memiliki pembukuan dan 4 lainnya mencatat tidak terstruktur. Setelah pendampingan, seluruh 10 UMKM mampu mencatat pemasukan-pengeluaran, memahami pencatatan keuangan usaha, memisahkan keuangan usaha-pribadi, dan mengetahui keuntungan usahanya. Media pencatatan sederhana terbukti lebih efektif diterima pelaku UMKM berliterasi rendah sebagai fondasi menuju pengelolaan usaha yang lebih tertib.
Copyrights © 2026