Jurnal Moderasi
Vol. 6 No. 2 (2026)

Menggapai Peradaban Inklusif : Interpretasi atas Q.S. Al-Fatihah dalam Tafsir Al-Jawāhir Perspektif Karl Mannheim

Naufal Mubarok (Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta)
Ahmad Farihul Umam (Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
02 Sep 2026

Abstract

This study examines the construction of meaning in Q.S. al-Fatihah in al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm by Tantawi Jauhari and its relevance to the idea of an inclusive civilization. It aims to explain the scientific character of Tantawi Jauhari’s interpretation of Q.S. al-Fatihah and analyze its relationship with the social and intellectual context in which his interpretation emerged. This study employs a qualitative library research method with a descriptive-analytical approach and Karl Mannheim’s sociology of knowledge perspective. The findings show that Jauhari’s interpretation of Q.S. al-Fatihah goes beyond theological and normative meanings by connecting the Qur’anic text with natural phenomena, empirical knowledge, and human life. Its scientific character is evident in his interpretation of al-Raḥmān, al-Raḥīm, and Rabb al-‘ālamīn through reflections on macrocosmic and microcosmic phenomena. This interpretive framework is further directed toward the construction of a civilization that integrates religious and empirical knowledge, promotes intellectual openness, and reduces social and religious fragmentation. From Mannheim’s perspective, this orientation is closely related to the socio-intellectual context of colonial Egypt, the intellectual stagnation of Muslim societies, and the challenge posed by European scientific advancement. Therefore, al-Jawāhir represents an intellectual project that brings together faith, knowledge, and civilizational reform. Abstrak Penelitian ini mengkaji konstruksi makna Q.S. al-Fatihah dalam al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm karya Tantawi Jauhari serta relevansinya terhadap gagasan peradaban inklusif. Penelitian ini bertujuan menjelaskan karakter penafsiran ilmiah Jauhari dalam membaca Q.S. al-Fatihah sekaligus menganalisis keterkaitan konstruksi penafsirannya dengan kondisi sosial dan intelektual yang melingkupinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis dan perspektif sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Tantawi Jauhari terhadap Q.S. al-Fatihah tidak berhenti pada pemaknaan teologis dan normatif, tetapi menghubungkan teks Al-Qur’an dengan fenomena alam, pengetahuan empiris, dan persoalan kehidupan manusia. Karakter saintifik tersebut tampak dalam upayanya memperluas makna al-Raḥmān, al-Raḥīm, dan Rabb al-‘ālamīn melalui refleksi terhadap fenomena makrokosmos dan mikrokosmos. Penafsiran tersebut kemudian diarahkan pada gagasan peradaban yang mengintegrasikan ilmu keagamaan dan ilmu empiris, mendorong keterbukaan intelektual, serta mengurangi fragmentasi sosial-keagamaan. Perspektif Mannheim menunjukkan bahwa orientasi tersebut berkaitan dengan konteks sosial-intelektual Mesir pada masa kolonial, stagnasi intelektual umat Islam, serta tantangan kemajuan sains Eropa. Dengan demikian, al-Jawāhir merepresentasikan proyek intelektual yang mempertemukan iman, ilmu, dan agenda pembaruan peradaban.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

moderasi

Publisher

Subject

Religion Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Moderasi: The Journal of Ushuluddin, Islamic Thought, and Muslim Societies merupakan jurnal akademik yang didedikasikan untuk menerbitkan artikel-artikel akademik berkualitas peneliti muda (mahasiswa S1, S2, dan S3). Jurnal ini dikeluarkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN ...