Penelitian ini bertujuan menggali bentuk penerimaan masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Autis Sumatera Utara, khususnya pada interaksi sosial antara anak dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap warga, orang tua, dan tenaga pendidik. Wawancara digunakan untuk memperoleh pengalaman dan pandangan informan, sedangkan observasi partisipatif mencatat interaksi anak dalam situasi sosial nyata. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola penerimaan sosial dan faktor yang memengaruhinya. Hasil menunjukkan penerimaan masyarakat bersifat beragam. Sebagian masyarakat menunjukkan sikap terbuka dan inklusif, berupa dukungan sosial, bantuan komunikasi, pengarahan aktivitas, serta penciptaan lingkungan yang nyaman. Sebagian lain bersikap pasif atau menghindari interaksi karena kurangnya pemahaman karakteristik anak, menimbulkan kesalahpahaman dan diskriminasi, baik langsung maupun tidak langsung. Faktor lingkungan dan budaya turut memengaruhi interaksi; lingkungan inklusif memudahkan partisipasi anak, sementara lingkungan kurang mendukung berisiko menimbulkan isolasi.
Copyrights © 2026