Konflik antarsuporter sepak bola di Indonesia merupakan persoalan kompleks yang tidak hanya berakar pada rivalitas antarklub, tetapi juga berkaitan dengan identitas kolektif, trauma historis, provokasi simbolik, ketimpangan sosial, serta lemahnya intervensi kelembagaan. Berbagai upaya perdamaian yang selama ini dilakukan cenderung bersifat reaktif, sporadis, dan belum mampu membangun perdamaian yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merumuskan model resolusi konflik berbasis glokalisasi pendidikan damai yang kontekstual dengan karakter komunitas suporter di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multikota di Malang, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Data diperoleh melalui studi dokumentasi kemudian dianalisis secara tematik dengan mengacu pada pendekatan conflict transformation dan resolusi konflik berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resolusi konflik perlu mengintegrasikan nilai-nilai global seperti non-kekerasan, keadilan restoratif, dan hak asasi manusia dengan nilai lokal seperti gotong royong, rukun, musyawarah, dan solidaritas. Model yang ditawarkan mencakup tiga pendekatan utama: preventif, partisipatif, dan berkelanjutan. Model ini menempatkan komunitas suporter sebagai aktor utama transformasi perdamaian melalui pendidikan damai, dialog lintas suporter, aksi sosial, peaceworker, serta monitoring dan evaluasi partisipatif
Copyrights © 2024