Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gelombang disrupsi digital yang mengubah pola interaksi sosial siswa Sekolah Dasar sebagai Generasi Alpha, yang memicu berbagai problematika moralitas seperti cyberbullying dan degradasi adab di ruang siber. Tujuan utama dari kajian ini adalah merumuskan desain rekonstruksi model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengintegrasikan konsep Digital Citizenship dengan nilai-nilai etika komunikasi Islam (al-ittishal al-islami). Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dengan studi kasus di SD 008 Mulya Subur (populasi 201 siswa). Hasil penelitian melahirkan model pembelajaran "I-SMART" yang mencakup lima tahapan sintaksis: Internalization, Situation Analysis, Moral Reasoning, Reflective Action, dan Tracking & Evaluation. Model ini berhasil menyatukan dimensi teologis seperti prinsip Tabayyun, Qaulan Sadida, dan Qaulan Ma’rufa ke dalam keterampilan praktis kewarganegaraan digital siswa. Kajian ini menyimpulkan bahwa transformasi pembelajaran PAI dari tekstual-normatif menuju konteksual-digital melalui model I-SMART sangat mendesak untuk memperkuat benteng akhlak generasi muda di era media sosial.
Copyrights © 2026