Pengendalian persediaan bahan baku yang kurang optimal dapat meningkatkan biaya persediaan dan menghambat proses produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kayu jati pada CV Jati Geulis Purwakarta menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Min-Max Inventory yang didukung peramalan kebutuhan bahan baku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peramalan dilakukan menggunakan metode Moving Average (MA) dan Double Exponential Smoothing (DES), kemudian dipilih berdasarkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MA-3 memberikan akurasi terbaik dengan nilai MAPE sebesar 9% dan estimasi kebutuhan bahan baku sebesar 57 m³ per tahun. Berdasarkan hasil tersebut, metode EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal sebesar 13 m³ dengan frekuensi 4 kali per tahun serta Total Inventory Cost sebesar Rp9.381.780. Penerapan EOQ mampu menurunkan biaya persediaan sebesar 33% dibandingkan kebijakan perusahaan, sehingga layak direkomendasikan sebagai metode pengendalian persediaan yang lebih efektif dan efisien.
Copyrights © 2026