Komunikasi kepemimpinan kepala asrama memiliki peran penting dalam membangun dan memperkuat budaya organisasi di lingkungan pesantren. Melalui komunikasi yang efektif, kepala asrama tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menanamkan nilai, membangun kedisiplinan, dan mempererat hubungan antara pengurus dengan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi kepemimpinan kepala asrama berperan dalam penguatan budaya organisasi pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala asrama, pengurus, dan santri. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan kepala asrama dilaksanakan melalui komunikasi formal dan informal yang didukung oleh keteladanan, musyawarah, pembiasaan, serta evaluasi secara berkelanjutan. Pola komunikasi tersebut mampu memperkuat budaya organisasi melalui meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan komitmen terhadap nilai-nilai kepesantrenan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa temuan mengenai pola komunikasi kepemimpinan yang khas di lingkungan pesantren sebagai salah satu strategi dalam memperkuat budaya organisasi.
Copyrights © 2026