Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi hubungan sosial murid pada era pembelajaran hybrid di sekolah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menjelaskan dampaknya terhadap proses pembelajaran dan pembentukan karakter murid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian ini terdiri atas guru Sosiologi dan murid yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran hybrid telah mentransformasi hubungan sosial murid dari interaksi yang didominasi tatap muka menuju interaksi berbasis teknologi digital. Transformasi tersebut tampak pada pola komunikasi dengan guru dan antarmurid, kerja sama kelompok, dan solidaritas serta hubungan pertemanan yang semakin memanfaatkan media digital. Faktor-faktor yang memengaruhi transformasi tersebut meliputi penggunaan teknologi digital, berkurangnya intensitas tatap muka dan peran guru sebagai fasilitator. Transformasi hubungan sosial memberikan dampak positif berupa meningkatnya kemampuan adaptasi sosial, kemandirian, tanggung jawab dan kemudahan kolaborasi melalui media digital. Namun pembelajaran hybrid juga menyebabkan berkurangnya kedekatan emosional, menurunnya intensitas interaksi langsung serta munculnya tantangan dalam membangun komunikasi interpersonal dan partisipasi aktif sebagian murid. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran hybrid perlu dirancang secara seimbang dengan mengoptimalkan integrasi antara tatap muka dan komunikasi digital agar perkembangan sosial, proses pembelajaran, dan pembentukan karakter murid dapat berlangsung secara optimal.
Copyrights © 2026