Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Dakwah Pondok Pesantren Hidayatullah dalam Mencetak Generasi Santri yang Berakhlakul Karimah Aan Setiawan
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v20i1.6299

Abstract

Islamic da'wah institution, which focuses on education, is currently experiencing a decline. The change proves this in the social order, which is very far from normative values. In line with the technological development that hits almost most people in various parts of the world, it has brought societal changes. The most fundamental change is in the behavior in society, which now requires da'wah interpreters to discover the most effective method and follow the level of community behavior development. A change for a better life is the hope of every human, and it can be realized if there is a concrete, structural and maximal effort. The boarding school of Hidayatullah is an agent of change based on cultivating and building human characters. In this context, the researcher focuses on the effort of this school in creating a student with noble characters and behaviors and some factors which influence it in implementing the da'wah strategies by using the qualitative method approach, and the data collections are gathered by, and documentation. This research aims to explore the strategies teachers implement to build noble characters of santri. The findings show their strategies are standard rules implementation, an exemplification, and extracurricular activities.
Strategi Dakwah Pondok Pesantren Hidayatullah dalam Mencetak Generasi Santri yang Berakhlakul Karimah Aan Setiawan
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v20i1.6299

Abstract

Islamic da'wah institution, which focuses on education, is currently experiencing a decline. The change proves this in the social order, which is very far from normative values. In line with the technological development that hits almost most people in various parts of the world, it has brought societal changes. The most fundamental change is in the behavior in society, which now requires da'wah interpreters to discover the most effective method and follow the level of community behavior development. A change for a better life is the hope of every human, and it can be realized if there is a concrete, structural and maximal effort. The boarding school of Hidayatullah is an agent of change based on cultivating and building human characters. In this context, the researcher focuses on the effort of this school in creating a student with noble characters and behaviors and some factors which influence it in implementing the da'wah strategies by using the qualitative method approach, and the data collections are gathered by, and documentation. This research aims to explore the strategies teachers implement to build noble characters of santri. The findings show their strategies are standard rules implementation, an exemplification, and extracurricular activities.
Implentasi Deep Learning Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Akidah Akhlak Peserta Didik Kelas VIII Mts DDI Majene: Implementasi Deep Learning Padilah; M. Dalip; Usri; Aan Setiawan; Suddin Bani
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2147

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik di madrasah. Namun, rendahnya motivasi dan hasil belajar masih menjadi masalah akibat penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan motivasi dan hasil belajar antara kelas yang menggunakan pendekatan Deep Learning dan kelas dengan pembelajaran konvensional di MTs DDI Majene. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen yang melibatkan kelas kontrol dan eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan angket motivasi yang dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Deep Learning meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, pemahaman konsep, serta hasil belajar peserta didik secara lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Pendekatan ini efektif meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak.
Pembelajaran Pancasila Berbasis Interaksi Teman Sebaya sebagai Strategi Pendidikan Karakter bagi Siswa Sekolah Dasar Sukri Badaruddin; Aan Setiawan; Salsabila Salsabila; Nurhaliza Nurhaliza; Masni Masni; Riskawati Riskawati; Fediyatun Muntazarah; Andi Samsul Alam
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 22, No 1 (2026): Volume 22, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v22i1.6991

Abstract

This study aims to examine how peer interaction can be effectively utilized to foster values of togetherness and social care within the context of Pancasila learning at the elementary education level, particularly in Class VI of MIN 2 Majene. The study adopts a descriptive qualitative method with a case study approach, focusing on an in-depth understanding of the role of peers in cultivating togetherness and social concern through Pancasila instruction in Class VI of MIN 2 Majene. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using data triangulation techniques, which include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that peer interaction plays a central role in nurturing students’ values of togetherness and social care through Pancasila learning in Class VI of MIN 2 Majene. Activities such as group work, discussions, and educational games enable students to directly experience values such as cooperation, tolerance, and empathy within a supportive and engaging learning environment. Students feel more comfortable and motivated when learning alongside their peers, which accelerates the internalization of Pancasila values. However, teachers face challenges in optimizing this strategy due to time constraints imposed by curricular demands and limited opportunities for professional training.
Transformasi Hubungan Sosial Di Lingkungan Madrasah Aliyah Al Muawanah Pada Pembelajaran Hybrid Nihlah Kamilah; Aslimah; Muh. Ainun Najib; Aan Setiawan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi hubungan sosial murid pada era pembelajaran hybrid di sekolah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menjelaskan dampaknya terhadap proses pembelajaran dan pembentukan karakter murid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian ini terdiri atas guru Sosiologi dan murid yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran hybrid telah mentransformasi hubungan sosial murid dari interaksi yang didominasi tatap muka menuju interaksi berbasis teknologi digital. Transformasi tersebut tampak pada pola komunikasi dengan guru dan antarmurid, kerja sama kelompok, dan solidaritas serta hubungan pertemanan yang semakin memanfaatkan media digital. Faktor-faktor yang memengaruhi transformasi tersebut meliputi penggunaan teknologi digital, berkurangnya intensitas tatap muka dan peran guru sebagai fasilitator. Transformasi hubungan sosial memberikan dampak positif berupa meningkatnya kemampuan adaptasi sosial, kemandirian, tanggung jawab dan kemudahan kolaborasi melalui media digital. Namun pembelajaran hybrid juga menyebabkan berkurangnya kedekatan emosional, menurunnya intensitas interaksi langsung serta munculnya tantangan dalam membangun komunikasi interpersonal dan partisipasi aktif sebagian murid. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran hybrid perlu dirancang secara seimbang dengan mengoptimalkan integrasi antara tatap muka dan komunikasi digital agar perkembangan sosial, proses pembelajaran, dan pembentukan karakter murid dapat berlangsung secara optimal.