Perkembangan media sosial telah melahirkan berbagai persoalan etika komunikasi digital. Berbagai kajian mengenai etika komunikasi digital telah dilakukan, namun sebagian besar masih menggunakan kerangka etika Barat atau memandang etika sebagai sesuatu yang relatif sehingga belum menawarkan landasan yang kokoh dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep adab menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas serta merekonstruksi relevansinya sebagai landasan etika komunikasi digital. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-konseptual. Data diperoleh dari karya-karya Al-Attas yang membahas konsep adab, kemudian dianalisis secara konseptual dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adab menurut Al-Attas merupakan kemampuan menempatkan segala sesuatu sesuai hakikat dan kedudukannya berdasarkan perspektif Islam. Berdasarkan konsep tersebut, penelitian ini merumuskan kerangka etika komunikasi digital yang terdiri atas tiga dimensi, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, serta komunikasi dan media. Kerangka ini menegaskan bahwa pembentukan etika komunikasi digital tidak cukup mengandalkan regulasi dan literasi digital, tetapi juga memerlukan pembinaan adab sebagai fondasi moral dan intelektual. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual etika komunikasi digital berbasis adab yang dapat menjadi landasan bagi pengembangan kajian maupun praktik komunikasi digital dalam perspektif Islam.
Copyrights © 2026