Kemampuan penalaran matematis siswa Sekolah Menengah Pertama pada materi peluang masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung disajikan secara abstrak dan terlepas dari pengalaman keseharian siswa. Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan menghadirkan konteks budaya lokal ke dalam pembelajaran melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) yang dipadukan dengan etnomatematika permainan congklak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi RME berbasis etnomatematika congklak dan menganalisis perkembangan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi peluang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu kelas X di SMK SORE Tulungagung, yang selanjutnya difokuskan pada enam siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui observasi selama tiga kali pertemuan pembelajaran, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji dan lubang congklak yang dimanipulasi secara langsung oleh siswa membantu mereka mengaitkan konsep ruang sampel, titik sampel, dan peluang kejadian dengan pengalaman bermain yang telah dikenal sejak kecil. Siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi seluruh indikator penalaran matematis, yaitu mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, dan menarik kesimpulan secara logis, sedangkan siswa berkemampuan sedang dan rendah menunjukkan peningkatan bertahap terutama pada indikator mengajukan dugaan dan manipulasi matematika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran RME berbasis etnomatematika congklak berpotensi menumbuhkan penalaran matematis sekaligus melestarikan kearifan budaya lokal dalam pembelajaran matematika di sekolah.
Copyrights © 2026