Dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, penelitian tentang kemampuan berpikir kritis murid dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran dengan melalui perencanaan, observasi, pelaksanaan, dan refleksi dari hasil pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes evaluasi hasil belajar. Kesenjangan penelitian terdapat pada terbatasnya studi yang membahas tentang model Problem Based Learning terhadap kemampuan berfikir kritis murid pada Pendidikan Pancasila. Hasil dari penelitian yang dilakukan telah memberikan peningkatan pada hasil belajar murid melalui penerapan model Problem Based Learning. Pada siklus I, rata-rata nilai murid mencapai 79,53 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 50%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 87,5 dengan persentase ketuntasan mencapai 100%. Pada kondisi penelitian yang lainnya, aktivitas dan partisipasi murid selama pembelajaran juga mengalami peningkatan yaitu keberanian menyampaikan pendapat, partisipasi dalam berdiskusi, dan kemampuan menganalisis dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan materi Wawasan Nusantara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut implementasi model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Copyrights © 2026