Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of GIDI-SNAKE Media Based on Powtoon Animation Video on the Material of Formulation and Establishment of Pancasila to Improve Learning Achievement Alik Ulfatus Solikah; Nuruddin Hady; Didik Sukriono
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol. 8 No. 2 (2025): March 2025
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/edu.v8i3.1080

Abstract

This research aims to develop and test the effectiveness of the GIDI-SNAKE learning media based on Powtoon animation videos to address low learning achievement in seventh-grade students at SMP Negeri 1 Tugu, particularly in the topic of formulating and establishing Pancasila as the state ideology. The issue is exacerbated by the minimal use of innovative learning media by teachers. The ADDIE development model was applied to create a GIDI-SNAKE game board integrated with Powtoon videos. The game features question and information cards with barcodes, dice, pawns, and cue cards. The product was evaluated for validity, practicality, and effectiveness. The validity was confirmed with an average validation score of 3.84 from two media validators and 3.70 from the material validator. The practicality was demonstrated by a 94.7% approval rate from students. The effectiveness was validated by a significant improvement in learning outcomes, with pre-test and post-test scores of 41.29 and 85.23, respectively, and a significance value (sig) of 0.001, confirming the media’s effectiveness in improving student learning outcomes.
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif pada Pelajaran Pendidikan Pancasila Achmad Faris Nashirudin; Didik Sukriono
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.721

Abstract

Rendahnya kemampuan kognitif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila menjadi permasalahan mendasar yang perlu segera diatasi melalui inovasi pembelajaran yang efektif dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas VIII-F SMP Negeri 8 Kota Malang melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengadopsi model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VIII-F. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan kognitif, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif yang signifikan pada setiap tahap. Pada prasiklus, nilai rata-rata siswa hanya mencapai 65 dengan ketuntasan klasikal 46,88%. Setelah pelaksanaan Siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 74 dengan ketuntasan 68,75%. Pada Siklus II, nilai rata-rata kembali meningkat menjadi 84 dengan ketuntasan klasikal mencapai 87,50%, yang telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning secara sistematis dan terstruktur terbukti efektif meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila
Implementasi Problem Based Learning dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Murid pada Jenjang Sekolah Menengah Pertama Ridwan Pria Maulana; Didik Sukriono; Nurul Devira Susanti Danafia
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1507

Abstract

Dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, penelitian tentang kemampuan berpikir kritis murid dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran dengan melalui perencanaan, observasi, pelaksanaan, dan refleksi dari hasil pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes evaluasi hasil belajar. Kesenjangan penelitian terdapat pada terbatasnya studi yang membahas tentang model Problem Based Learning terhadap kemampuan berfikir kritis murid pada Pendidikan Pancasila. Hasil dari penelitian yang dilakukan telah memberikan peningkatan pada hasil belajar murid melalui penerapan model Problem Based Learning. Pada siklus I, rata-rata nilai murid mencapai 79,53 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 50%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 87,5 dengan persentase ketuntasan mencapai 100%. Pada kondisi penelitian yang lainnya, aktivitas dan partisipasi murid selama pembelajaran juga mengalami peningkatan yaitu keberanian menyampaikan pendapat, partisipasi dalam berdiskusi, dan kemampuan menganalisis dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan materi Wawasan Nusantara. Berdasarkan hasil penelitian tersebut implementasi model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.