Di antara berbagai pos penerimaan negara, pajak menempati porsi paling dominan, dan pada tingkat pemerintah daerah, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat sebagai kontributor pajak daerah paling besar. Kendati nominal penerimaan PKB terus naik dari tahun ke tahun, laju kenaikan tersebut ternyata belum sejalan dengan pertambahan jumlah pemilik kendaraan bermotor. Penelitian ini disusun untuk mengkaji pengaruh trust in government, persepsi keadilan pajak, serta peran kemudahan teknologi informasi sebagai pemoderasi terhadap tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Desain penelitian mengikuti pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif sekaligus verifikatif, dengan data primer dikumpulkan lewat penyebaran kuesioner kepada sampel terpilih. Sasaran populasi riset ini mencakup pemilik kendaraan bermotor dari kalangan generasi Z yang tinggal di wilayah Kota Bandung; total sampel yang berhasil dihimpun berjumlah 385 orang responden. Pengujian data menempuh dua tahap analisis, yakni regresi linear berganda dan regresi moderasi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa trust in government tidak terbukti berpengaruh terhadap kepatuhan pajak, sementara persepsi keadilan pajak justru terbukti berpengaruh signifikan. Di sisi lain, kemudahan teknologi informasi tidak berhasil berperan sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Dengan kata lain, sebesar apapun tingkat kepercayaan seseorang terhadap pemerintah, sekalipun didukung kemudahan teknologi, hal itu belum tentu mendorong kepatuhan wajib pajak apabila tidak ditopang oleh kondisi ekonomi yang memadai. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor di luar cakupan penelitian justru memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap kepatuhan pajak.
Copyrights © 2026