Pengiriman kargo dan breakbulk mengandung tingkat risiko yang tinggi karena melibatkan muatan besar serta proses penanganan yang rumit. Praktik ini bertujuan untuk memutar proses pengiriman breakbulk dan kargo di PT. Putra Batam Jasa Mandiri Utama, serta mengidentifikasi kemungkinan kegagalan dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode yang diterapkan meliputi observasi langsung, wawancara, dan analisis dokumentasi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa risiko paling signifikan muncul pada fase penjadwalan dan pemilihan armada, persiapan muatan, serta dokumentasi pengiriman. Kegagalan pada fase-fase ini dapat berakibat pada keterlambatan, kerusakan barang, dan masalah operasional. Penerapan FMEA memungkinkan untuk memprioritaskan risiko dan memberikan saran perbaikan berupa peningkatan kepatuhan terhadap SOP, sistem digitalisasi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia, untuk meningkatkan efektivitas dan keselamatan dalam pengiriman.
Copyrights © 2026