Penguasaan kosakata (vocabulary) merupakan fondasi utama dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Namun, karakteristik siswa usia sekolah dasar yang berada pada tahap operasional konkret sering kali mengalami hambatan pembelajaran akibat penggunaan metode konvensional yang monoton. Penelitian kualitatif multi-situs ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi media flash card dalam pembelajaran vocabulary bahasa Inggris, mengidentifikasi pola interaksi pedagogis, dampak psikologis-kognitif siswa, serta kendala teknis dan kontekstual yang dihadapi guru di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur dengan 12 guru dan 24 siswa SD, serta dokumentasi instruksional. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi flash card yang dipadukan dengan strategi Gamified Spaced Repetition (GSR) dan Multimodal Multisensori (MMS) mampu meningkatkan retensi memori jangka panjang, partisipasi aktif, serta retensi kosakata siswa secara signifikan. Media visual-spasial flash card terbukti mempermudah enkoding simbolik dan konseptual pada anak usia 7–11 tahun. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi flash card interaktif berbasis integrasi teknologi (hybrid flash card) dalam kurikulum bahasa Inggris SD.
Copyrights © 2026