Antibiotik profilaksis merupakan terapi utama untuk mencegah infeksi daerah operasi (Surgical Site Infection/SSI), terutama pada tindakan seksio sesarea yang memiliki risiko infeksi relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya dan efektivitas penggunaan antibiotik profilaksis cefazolin, ceftriaxone, dan ceftizoxime melalui pendekatan farmakoekonomi menggunakan metode Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif dengan data rekam medis pasien seksio sesarea di Rumah Sakit Bhakti Medicare periode Agustus–Oktober 2024. Sebanyak 100 pasien dianalisis, terdiri atas 6 pasien mengalami SSI dan 94 pasien tidak mengalami SSI. Efektivitas antibiotik profilaksis berturut-turut adalah cefazolin 97%, ceftriaxone 94%, dan ceftizoxime 91%. Hasil analisis menunjukkan cefazolin memiliki nilai ACER terendah sebesar Rp10.906.105 sehingga menjadi alternatif terapi yang paling cost-effective. Nilai ICER menunjukkan tambahan biaya penggunaan ceftriaxone sebesar Rp296.467 dan ceftizoxime sebesar Rp470.850 dibandingkan cefazolin. Dengan demikian, cefazolin merupakan pilihan antibiotik profilaksis yang paling efisien dalam pencegahan SSI pada pasien seksio sesarea.
Copyrights © 2026