Stres merupakan masalah psikologis yang sering menyertai hipertensi dan dapat mengganggu pengelolaan penyakit secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap perubahan skor stres pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan repeated measures design with control group. Sebanyak 64 responden dipilih secara purposive sampling dan dialokasikan menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 32 responden. Kelompok intervensi menerima terapi standar dan PMR selama 20–30 menit sekali sehari selama lima minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima terapi standar. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 pada baseline dan setiap minggu. Analisis General Linear Model Repeated Measures menunjukkan rerata skor stres kelompok intervensi menurun dari 21,53±1,78 menjadi 10,53±1,52, sedangkan kelompok kontrol dari 21,59±1,81 menjadi 19,88±1,56. Interaksi waktu × kelompok signifikan, F(3,382;209,693)=794,307; p<0,001; partial η²=0,928. Analisis pairwise menunjukkan penurunan kelompok intervensi dari baseline hingga minggu kelima sebesar 11,000 poin dibandingkan 1,719 poin pada kelompok kontrol. PMR efektif menurunkan skor stres selama lima minggu
Copyrights © 2026