Claim Missing Document
Check
Articles

Progressive Muscle Relaxation in Reducing Blood Glucose Level among Patients with Type 2 Diabetes Agung Akbar, Muhammad; Malini, Hema; Afriyanti, Esi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2018.13.2.808

Abstract

Most of the treatments of patients with type 2 Diabetes Mellitus  (T2DM) who are admitted to the hospital in controlling the blood glucose still concentrated on medication and diet. On the other hand, exercise or activity management, however, gets insufficient consideration. Health professionals, especially nurses, need to be aware that some exercises or activities should be accomplished even for hospitalized patients. The effort to organize physical activity can be achieved by using Progressive Muscle Relaxation (PMR). The purpose of this study was to determine the effect of PMR on reducing the blood glucose levels in patients with T2DM. This research used the quasi-experimental design with one group pretest-posttest approach with control group design. The sampling technique was simple random sampling with 30 samples, 15 in both intervention and control groups. Data collection techniques were performed by measuring the blood glucose levels at that time. The duration of PMR as an intervention was performed for three days on a regular basis. Afterward, we remeasured the blood glucose levels. Data analysis was done by using t-test. The results of data analysis showed that there was a decrease in mean score of blood glucose levels for 63,80 mg/dl in the control group and 80,46 mg/dl in the intervention group.The results showed that PMR was effective in reducing the blood glucose levels of patients with T2DM in the public hospital (p-value = 0.015). The results of this study can be applied by nurses as an alternative intervention in the management of patients with T2DM. 
Pengaruh Terapi Massage terhadap Intensitas Nyeri Bahu, Ketegangan Otot dan Kecemasan Pada Pasien Stroke (Systematic Review) Harum Nurdinah; Rizanda Machmud; Esi Afriyanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i4.1531

Abstract

Background: Post-stroke patients experience several complaints, namely shoulder pain 72.5%, muscle tension 66.7% and anxiety 23.7%. Massage is an alternative or complementary therapy that can be given. However, massage therapy is still rarely implemented in health services to be able to deal with these problems. Objective: To analyze the effect of multiple massage therapies on shoulder pain intensity, muscle tension, and anxiety for stroke patients. Methods: A search on electronic media by using specific keywords in five databases of published journals namely ProQuest (n=50), Elsevier (n=117), SAGE (n=20), NCBI (n=41), and Wiley Online Library (n=109). Using the Joanna Briggs Institute’s analytical approach, 9 journals were analyzed. Results: Based on the literature that has been obtained massage therapy that can be given to intensity of shoulder pain, muscle tension and anxiety for stroke patients is Chinese therapy (Tui Na) research results of Yang et al., (2017), ayurvedic massage research results Sankaran et al. , (2019), Traditional Thai Massage (TTM) research results from Thanakiatpinyo et al., (2014), Touch Massage (TM) research results from Lämås et al., (2016), tactile massage research results Cronfalk et al., (2020) and Slow Stroke Back Massage (SSBM) research results by Tannous et al., (2015), Atashi et al., (2013), and Atashi et al., (2012) and Kousalya, (2012). Conclusion: Traditional Thai Massage (TTM) is very effective for reducing the intensity of shoulder pain, muscle tension and anxiety in stroke patients. Recommendation: Health services need to make SOP to provide massage therapy for stroke patients.Keywords: massage; shoulder pain; muscle tension; anxiety; strokeABSTRAKLatar belakang: Pasien pasca stroke mengalami beberapa keluhan yaitu nyeri bahu 72, 5%, ketegangan otot 66, 7% dan kecemasan 23, 7%. Massage merupakan salah satu terapi alternatif atau komplementer yang dapat diberikan. Namun, terapi massage ini masih jarang dilaksanakan di pelayanan kesehatan untuk dapat menangani masalah tersebut. Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi massage terhadap intensitas nyeri bahu, ketegangan otot dan kecemasan pada pasien stroke. Metode: Pencarian dengan media elektronik menggunakan kata kunci yang spesifik pada lima database jurnal terpublikasi yaitu ProQuest (n=50), Elsevier (n=117), SAGE (n=20), NCBI (n=41), dan Wiley Online Library (n=109). Menggunakan pendekatan analisis Joanna Briggs Institute didapatkan 9 artikel yang dianalisis. Hasil: Berdasarkan literatur yang telah didapatkan terapi massage yang bisa diberikan untuk mengurangi intensitas nyeri bahu, ketegangan otot dan kecemasan pada pasien stroke adalah terapi pijat Cina (Tui Na) hasil penelitian Yang et al., (2017), ayurvedic massage hasil penelitian Sankaran et al., (2019), Traditional Thai Massage (TTM) hasil penelitian Thanakiatpinyo et al., (2014), Touch Massage (TM) hasil penelitian Lämås et al., (2016), tactile massage hasil penelitian Cronfalk et al., (2020) dan Slow Stroke Back Massage (SSBM) hasil penelitian Tannous et al., (2015), Atashi et al., (2013), dan Atashi et al., (2012) serta Kousalya, (2012). Kesimpulan: Terapi massage Teknik Traditional Thai Massage (TTM) sangat efektif untuk mengurangi intensitas nyeri bahu, ketegangan otot dan kecemasan pada pasien stroke. Rekomendasi: Pelayanan kesehatan perlu membuat SOP untuk pemberian terapi massage pada pasien stroke.Kata kunci: massage; nyeri bahu; ketegangan otot; kecemasan; stroke
Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Konstipasi pada Pasien Stroke di RS Islam Siti Rahmah Padang Maria Valentina Sibarani; Rahmi Ulfah; Esi Afriyanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1130

Abstract

AbstrakKonstipasi merupakan keluhan yang sangat sering pada pasien stroke, jika tidak diatasi akan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Konstipasi pada pasien stroke bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya diperberat oleh aktivitas fisik yang kurang. Tujuan: Menentukan korelasi  aktifitas fisik terhadap konstipasi pada  pasien stroke di RS Islam Siti Rahmah Padang. Metode: Subjek penelitian adalah pasien stroke sebanyak 54 orang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengukuran konstipasi menggunakan Constipation Scoring System (CSS) dan untuk menilai aktifitas fisik digunakan International Physical Activity Quosioner (IPAQ). Analisa statisitik dilakukan dengan uji korelasi Spearmen. Hasil: Responden dengan aktifitas rendah dan mengalami konstipasi berjumlah 34 orang (87,18%). Hal ini menunjukan terdapat hubungan yang kuat dan bersifat positif antara aktivitas fisik dan konstipasi pada pasien stroke (p = 0,000, r = 0,608). Simpulan: Terdapat hubungan aktifitas fisik terhadap konstipasi pada pasien stroke di RS Islam Siti Rahmah padang 
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Dismenore pada Mahasiswi A 2012 Fakultas Keperawatan Unand Israd Akbar; Dewi Eka Putri; Esi Afriyanti
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.451 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.1.1-13.2014

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri yang dirasakan ketika mestruasi, terutama terjadi pada perut bagianbawah menyebar sampai pinggang serta paha yang terasa seperti kram. Nyeri yang dirasakan bersifat subjektif.Pada keadaan berat dapat disertai mual dan muntah. 60-70% penderita dismenorea ini adalah perempuan mudaatau remaja, yang mengakibatkan rasa ketidaknyamanan serta berdampak terhadap gangguan aktivitas seharihari,akademis dan sosial. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangidismenorea ini adalah relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah relaksasi ototprogresif berpengaruh dalam mengatasi nyeri dismenorea. Subjek penelitian adalah mahasiswi A 2012 diFakultas Keperawatan UNAND. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi-eksperiment tanpa kelompok kontroldengan pendekatan one group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan37 orang. Analisa data menggunakan wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh yang signifikansebelum dan sesudah diberikan relaksasi otot progresif terhadap nyeri dismenorea pada mahasiswi A 2012Fakultas Keperawatan UNAND dengan p = 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukan bahwa relaksasi otot progresifdapat menurunkan nyeri dismenorea pada mahasiswi A 2012 Fakultas Keperawatan UNAND. Disarankan untukremaja putri agar dapat menerapkan relaksasi otot progresif dalam mengatasi dismenorea
Pengaruh Stimulus Kutaneus Slow-Stroke Back Massage Terhadap Skala Nyeri Dismenore Primer Pada Mahasiswi Stikes Amanah di Padang Vetty Priscilla; Esi Afriyanti
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.258 KB) | DOI: 10.25077/njk.13.2.96-104.2017

Abstract

Masa  remaja pada remaja putri salah satunya ditandai dengan datangnya menstruasi. Menstruasi yang dialami memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Sebagian remaja mendapatkan menstruasi tanpa keluhan, namun beberapa dari mereka disertai keluhan berupa dismenore yang mengakibatkan rasa ketidaknyamanan berupa nyeri yang pada akhirnya berdampak terhadap gangguan aktivitas remaja. Menurut AHCPR (Agency for Health Care Policy and Research) penatalaksanaan nyeri yang dapat dilakukan perawat adalah terapi nonfarmakologi, salah satunya adalah stimulasi kutaneus Slow-stroke Back Massage. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek langsung pengaruh Stimulus Kutaneus Slow-Stroke Back Massage Terhadap Skala Nyeri Dismenore Primer. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dalam satu kelompok (one group pre test – post test design). Subjek dalam penelitian ini adalah 12 orang mahasiswi Stikes Amanah Padang yang telah memenuhi kriteria penelitian. Subjek diajarkan teknik stimulus slow-stroke back message, dan mempraktekkannya selama haid ketika rasa nyeri haid menyerang selama 1 minggu. Sebelumnya dikaji pengalaman nyeri menstruasi mahasiswi sebelumnya dengan menggunakan skala Numerical Rating Scales (NRS). Data dianalisa dengan menggunakan paired t–test. Sebelum diberikan stimulus kutaneus slow-stroke back message (pretest). Penelitian ini memperlihatkan lebih dari separuh mahasiswi (75%) mahasiswi mengalami tingkat nyeri dismenore sedang dengan skala nyeri 5,67 ± 1,56. Setelah diberikan stimulus slow-stroke back message (posttest) lebih dari separuh (58,2 %) mahasiswi mengalami tingkat nyeri dismenore ringan dengan skala nyeri 4 ± 2,09. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stimulus kutaneus slow-stroke back message dapat menurunkan skala nyeri dismenore pada mahasiswi Stikes amanah Padang.
Fatigue dan Aktivitas Fisik pada Pasien Pasca Infark Miokard Dian Novita Putri; Emil Huriani; Esi Afriyanti
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.676 KB) | DOI: 10.25077/njk.14.2.64-71.2018

Abstract

Post myocardial infarction patient commonly performs mild physical activity. Physical activity is known to reduce the risk of acute myocardial infarction. More than half of post myocardial infarction patient experienced fatigue, thus becoming a barrier to physical activity. The purpose of this study was to determine the relationship of fatigue with physical activity in patients after myocardial infarction. Study design was quantitative with correlation method and cross-sectional approach. Sample was of 97 patients who experienced previous myocardial infarction. The data were collected using the Multidimensional Fatigue Inventory-20 questionnaire and the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) questionnaire. The univariate analysis was presented with frequency distribution and bivariat tables using the Spearman test. The results showed that there was a significant relationship between fatigue and physical activity (p = 0,000). This means that patients with high fatigue are at risk of having decreased physical activity. Therefore, it is expected that there will be intervention and information provided by health workers to the family to motivate patients to be able to move without difficulties.
Kontribusi Karakteristik Individual Perawat terhadap Kenyamanan dan Kepuasan Pasien dalam interaksi pelayanan Keperawatan Syafrisar Meri Agritubella; Yulastri Arif; Esi Afriyanti
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.324 KB) | DOI: 10.25077/njk.13.1.15-33.2017

Abstract

Rendahnya mutu pelayanan keperawatan saat ini sejalan dengan rendahnya kepuasan dan kenyamanan pasien. Kepuasan dan kenyamanan pasien didapatkan dari penilaian individual terhadap interaksi yang dilakukan perawat selama pasien mendapatkan perawatan Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis kenyamanan dan kepuasan pasien dalam  proses interaksi  pelayanan keperawatan di RSUD Petala Bumi Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik dengan sampel berjumlah 41 perawat pelaksana yang berada di Instalasi rawat inap. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa Sebagian besar perawat berada pada kelompok umur Dewasa Awal (26 – 35 tahun) dan  jenis kelamin perempuan. Lebih dari separuh perawat adalah DIII Keperawatan dan lama kerja kurang dari 5 tahun. Hasil penelitian kenyamanan pasien dalam proses interaksi lebih dari separuh berada pada kategori nyaman (52,03%), dan kepuasan pasien dalam proses interaksi lebih dari separuh pasien berada pada kategori puas (72,36%.). Analisis Bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara karakteristik lama kerja perawat pelaksana dengan kenyamanan dan kepuasan pasien dalam proses interaksi pelayanan keperawatan. Dapat disimpulkan bahwa lama lama kerja perawat berkontribusi terhadap kenyamanan dan kepuasan pasien dalam proses interaksi pelayanan keperawatan. Diharapkan manajemen rumah sakit mempertimbangkan faktor individu perawat sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kepuasan pasien di rumah sakit dan memberikan motivasi kepada perawat lama dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas. 
Pengaruh Latihan Yoga Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Leni Merdawati; Reni Primagusty; Esi Afriyanti; Rika Fatmadona
Ners Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.862 KB) | DOI: 10.25077/njk.14.1.19-30.2018

Abstract

Federasi Diabetes Internasional menyatakan bahwa lebih dari 371 juta orang di dunia yang berusia 20-79 tahun menderita diabetes melitus (DM). Sementara Indonesia adalah negara ke-7 dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia. Diabetes mellitus telah menjadi epidemi yang meluas, terutama karena meningkatnya prevalensi dan kejadian diabetes tipe 2. Diabetes melitus dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas yang terkait dengan penyakit kardiovaskular, kebutaan, gangguan ginjal, gangguan neurologis dan amputasi. Aktivitas fisik seperti yoga adalah salah satu elemen kunci dalam pencegahan dan manajemen diabetes tipe 2, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas latihan Yoga pada penurunan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain pre dan post test kelompok yang tidak sebanding. Subyek penelitian terdiri dari 40 pasien sebagai kelompok eksperimen dan 40 pasien sebagai kelompok kontrol. Semua pasien dalam kelompok eksperimen dipandu oleh ahli yoga untuk latihan reguler dengan pengawasan selama 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar glukosa darah pada kelompok eksperimen adalah 217,05 mg / dl dengan standar deviasi 56,735 mg / dl, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 256,85 mg / dl dengan deviasi standart 34,04 mg / dl. Ada perbedaan glukosa darah yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p = 0,000). Latihan yoga efektif dalam mengurangi kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2 dan disarankan sebagai salah satu pengobatan untuk perawatan promotif.
Upaya pencegahan risiko LGBT pada remaja SMA (LGBT risk prevention efforts in Senior High School adolescents) Esi Afriyanti; Elvi Oktarina; Feri Fernandes
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 25 No 2 (2018): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of lesbian, gay, bisexual and transgender, or known as LGBT, has becomeprominent in the world in more than a decade. This problem is also a concern in Indonesia alongwith the rise of HIV cases. From 1990 to 2016 there was an increase in HIV and AIDS caseswhere an increase in HIV AIDS cases was transmitted by heterosexual sexual activity.Heterosexual is mostly done by LGBT people. Most homosexuals (Lesbian, Gay andtransgender) begin to realize that they have different tendencies when they are young. Studiesshow homosexual behavior and same-sex attraction have been encountered since the age of 15.This situation shows that the school age group is the age of the vulnerable to start engaging insame-sex relationships. While the decision to become homosexual or majadi lesbian occursmostly in young adults or at the age when they are already students. For this reason, early prevention of LGBT is needed. This prevention can be done by early detection of the tendencyfor sexual behavior and health education about its impact on life. Besides this early preventioncan be done with role play in adolescents so that adolescents can analyze how LGBT preventionis. This community service was held on Saturday, November 27, 2018 with a total of 76participants. Counseling was conducted at SMAN 9 Padang in class XI. The method used inthis activity was counseling and health education with the lecture method, role play involvingstudents and also effective teachers in schools by providing booklets and leaflets which wereone of the means to increase the knowledge of teachers and students about LGBT. The existenceof booklets and information leaflets will be conveyed systematically.
Pemberdayaan Masyarakat Muda Sekolah Melalui Upaya Penerapan Mitigasi dan Tanggap Darurat Bencana Esi Afriyanti; Nofrizon Nofrizon; Rika Fatmadona; Emil Huriani; Fitri Mailani; Boby Febri Krisdianto; Rahmi Muthia; Devia Putri Lenggogeni; Leni Merdawati
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 4.b (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The city of Padang has a topography prone to flooding or inundation and other natural disasters such as earthquakes accompanied by tsunamis. The city of Padang, in the collision of the Indian Ocean Plate and the Australian Plate which infiltrated under the Eurasian Plate, formed the Benioff Zone, an earthquake zone with seismicity magnitude greater than 5 on the Richter scale. With the condition of the city of Padang which is prone to disasters, it is very necessary for community participation, especially in the prevention of the stages of the pre-disaster (disaster mitigation), during the emergency response, and post-disaster because the people who deal directly with the disaster. Schools play an important role and have several functions in disaster risk reduction including facilitating and cooperating with the surrounding environment, improving community skills, refugee centers when disaster strikes. Therefore it is necessary to conduct activities that can improve the understanding and skills of young school communities, especially students in disaster mitigation and disaster response. This activity was carried out on November 2, 2019 at SMAN 9 Padang with 42 participants. The method used in this activity is counseling about disasters, the concept of triage. Demonstrations are carried out to improve students' skills in learning. The results of the activity found that there was an increase in student knowledge after being given health education and increasing students' abilities in triage and education. Furthermore, teachers and students are provided with booklets and leaflets which are a means to increase knowledge about disaster mitigation and response. In the future, training is needed continuously about disaster mitigation and emergency response so that students are trained when disasters occur.