Satu dekade terakhir industri musik independen Indonesia tumbuh signifikan lewat distribusi digital dan kewirausahaan kreatif yang memungkinkan musisi mandiri tanpa label mayor. Namun, infrastruktur pertunjukan belum memadai untuk menopang keberlanjutan karier musisi. Kendala utama meliputi akses venue, produksi acara, sponsor, dan pengembangan audiens. Penelitian mengembangkan CommunityBased Independent Music Showcase Ecosystem Model yang mengintegrasikan manajemen showcase, komunitas, sponsor, dan Revenue-Based Financing untuk keberlanjutan showcase independen. Pendekatan Design-Based Research (DBR) digunakan dengan observasi lapangan pada Santai Sore Vol. 23 dan SFE Showcase Vol. 2 di Jakarta, fokus pada struktur operasional, peran, promosi, audiens, dan nilai komunitas.Hasilnya, showcase independen bergantung pada jejaring komunitas, produksi kolaboratif, dan promosi berbasis komunitas. Model empat dimensi yaitu manajemen produksi, keterlibatan komunitas, fasilitasi sponsor, dan Revenue-Based Financing berkontribusi konseptual pada kewirausahaan kreatif dan manajemen acara dengan memosisikan event organizer sebagai fasilitator ekosistem kreatif.
Copyrights © 2024