Mesin sekrap masih digunakan secara luas pada industri berskala kecil maupun lingkungan pendidikan vokasi, meskipun performanya cenderung mengalami penurunan akibat pemakaian jangka panjang dan keausan komponen mesin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja mesin sekrap tipe L-450 setelah proses rekondisi berdasarkan standar ISO 1708 serta menganalisis pengaruh variasi kecepatan pemakanan dan kedalaman pemotongan terhadap nilai kekasaran permukaan baja ST37. Penelitian ini mengombinasikan evaluasi geometrik mesin pascarekondisi berbasis ISO 1708 dengan analisis kualitas permukaan hasil pemesinan. Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan tiga kombinasi parameter pemotongan. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan sehingga diperoleh sembilan data pengujian kekasaran permukaan. Pengujian meliputi pemeriksaan geometrik mesin sesuai standar ISO 1708 dan pengukuran kekasaran permukaan menggunakan alat surface roughness tester. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan metode ANOVA dua arah melalui SPSS Statistics untuk mengetahui pengaruh parameter pemotongan terhadap nilai kekasaran permukaan. Pendekatan ini diharapkan menjadi acuan evaluasi kelayakan mesin sekrap hasil rekondisi di industri kecil. Hasil pengujian geometrik menunjukkan bahwa sebagian besar parameter mesin masih berada dalam batas toleransi ISO 1708 dengan rata-rata persentase deviasi sebesar 8,89%. Penyimpangan terbesar ditemukan pada stabilitas gerak rel luncur dan eretan sebesar 26,67%, sedangkan akurasi kedalaman pemotongan menunjukkan deviasi sebesar 20%. Hasil analisis ANOVA memperlihatkan bahwa kecepatan pemakanan dan kedalaman pemotongan memberikan pengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan (p < 0,05), serta terdapat interaksi signifikan antara kedua parameter dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Nilai kekasaran permukaan terendah diperoleh pada kombinasi feed rate 0,2 mm/menit dan depth of cut 0,5 mm dengan nilai Ra sebesar 13,64 µm, sedangkan nilai tertinggi terjadi pada kedalaman pemotongan 1 mm dengan nilai Ra sebesar 16,54 µm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses rekondisi mampu memperbaiki kinerja geometrik mesin sekrap dan pemilihan parameter pemotongan yang tepat berpengaruh terhadap kualitas permukaan hasil pemesinan baja ST37.
Copyrights © 2026