Pembangunan daerah berkelanjutan merupakan agenda strategis yang membutuhkan intervensi aktif dari instrumen administrasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran administrasi publik dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, sebuah wilayah yang memiliki karakteristik ganda sebagai lumbung pangan (pertanian) sekaligus area potensial industri ekstraktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan analisis dokumen kebijakan. Teori yang digunakan berfokus pada New Public Service (NPS) dan Collaborative Governance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi publik di Kecamatan Toili berperan krusial dalam tiga aspek utama: (1) regulasi dan penataan ruang yang menyeimbangkan antara perlindungan lahan pertanian berkelanjutan dengan ekspansi ekonomi, (2) pelayanan publik yang memberdayakan kelompok tani lokal, dan (3) fasilitasi kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Namun demikian, kapasitas kelembagaan tingkat kecamatan dan tumpang tindih kebijakan di tingkat yang lebih tinggi masih menjadi tantangan utama. Disimpulkan bahwa penguatan kapasitas tata kelola lokal dan sinergi antarpemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat tapak.
Copyrights © 2026