Kemampuan sosial emosional merupakan fondasi penting bagi anak usia dini dalam membangun relasi dengan lingkungan, merespons situasi sosial, serta mengelola pengalaman emosional. Pengembangan kemampuan tersebut membutuhkan aktivitas pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif, berekspresi, dan berinteraksi dengan teman sebaya. Aktivitas finger painting menawarkan pengalaman belajar berbasis seni yang memungkinkan anak mengeksplorasi warna dan bentuk sekaligus terlibat dalam proses sosial selama kegiatan berlangsung. Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan kemampuan sosial emosional anak setelah mengikuti kegiatan finger painting pada kelompok B di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre-experimental one-group pre-test post-test. Sebanyak 24 anak kelompok B menjadi subjek penelitian. Data diperoleh melalui observasi kemampuan sosial emosional pada kondisi awal dan setelah pelaksanaan kegiatan finger painting. Analisis dilakukan melalui uji normalitas dan paired sample t-test menggunakan IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian memperlihatkan perubahan skor rata-rata dari 35,54 sebelum perlakuan menjadi 51,96 setelah perlakuan. Pengujian normalitas menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,200 yang lebih besar dari 0,05, sehingga data memenuhi asumsi distribusi normal. Sementara itu, paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan sosial emosional anak antara pengukuran awal dan akhir. Dengan demikian, finger painting berpotensi digunakan sebagai alternatif kegiatan pembelajaran untuk memperkuat kemampuan sosial emosional anak usia dini, terutama melalui pengalaman berekspresi dan berinteraksi dalam kegiatan seni.
Copyrights © 2026