Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh toxic leadership terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menguji peran kepuasan kerja sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Sampel penelitian berjumlah 97 karyawan Generasi Z di UMKM Kota Bandar Lampung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 27 dengan analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sedangkan kepuasan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 77,1% menunjukkan bahwa variasi turnover intention dapat dijelaskan oleh toxic leadership dan kepuasan kerja. Namun, kepuasan kerja tidak mampu memoderasi hubungan antara toxic leadership dan turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku kepemimpinan yang toksik secara langsung meningkatkan turnover intention pada karyawan Generasi Z. Oleh karena itu, organisasi perlu meningkatkan kualitas kepemimpinan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk menekan turnover intention.
Copyrights © 2026