Peningkatan kebutuhan energi listrik di Sistem Bali yang terus berkembang mendorong perlunya penambahan kapasitas pembangkit guna menjaga keandalan pasokan tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja peralatan distribusi 20 kV di Gardu Induk Pemaron akibat integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sewa berkapasitas 110 MW. Evaluasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) melalui simulasi aliran daya dan arus hubung singkat pada tiga skenario operasi, yaitu pembangkitan 60 MW, 110 MW, serta 110 MW pada kondisi salah satu transformator daya tidak beroperasi (kontingensi N-1). Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi normal dengan kedua transformator beroperasi, pembebanan transformator daya, Circuit Breaker (CB), dan Current Transformer (CT) masih berada dalam batas kemampuan peralatan. Namun, arus hubung singkat mengalami peningkatan dari 19,20 kA menjadi 23,66 kA pada skenario 110 MW, dan mencapai 33,21 kA pada kondisi kontingensi. Selain itu, nilai arus gangguan tersebut telah melampaui kemampuan pemutusan Load Break Switch (LBS) yang terpasang sebesar 16 kA. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengoperasian PLTD 110 MW masih layak dilakukan pada kondisi normal, sedangkan pada kondisi kontingensi diperlukan pembatasan operasi dan peningkatan spesifikasi LBS untuk menjaga keandalan serta keamanan sistem distribusi tenaga listrik.
Copyrights © 2026