Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Sistem Pakar Diagnosa Awal Penyakit Mata (Penelusuran Gejala Dengan Metode Backward Chaining) Gama, Adie Wahyudi Oktavia; Sukadana, I Wayan; Prathama, Gede Humaswara
J-Eltrik Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Eltrik Vol 1, No. 2, November 2019
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v1i2.34

Abstract

Keinginan manusia membuat mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia telah menciptakan suatu ilmu yang disebut artificial intelligence. Sistem pakar merupakan salah satu bidang ilmu artificial intelligence yang dapat mengambil suatu keputusan dimana masalah tersebut memerlukan ahli atau pakar dalam pemecahannya. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar untuk melakukan diagnosa awal penyakit mata. Mata merupakan organ vital yang harus cepat mendapatkan penanganan pada saat mendapatkan gangguan. Sistem pakar ini menggunakan pengetahuan khusus tentang gejala dari bermacam-macam penyakit mata. Setiap penyakit mata dijabarkan detail gejalanya yang didapat dari buku serta wawancara dengan dokter spesialis mata. Sistem ini bekerja dengan cara konsultasi yaitu melakukan tanya jawab dimana setiap pertanyaan yang diberikan oleh sistem berasal dari aturan yang ditanamkan. Metode inferensi atau penulusuran yang digunakan adalah backward chaining. Hasil yang diberikan sistem ini adalah berupa diagnosa awal penyakit mata yang mungkin diderita pasien berdasarkan gejala yang dijawab.Keywords: Artificial Intelligence, Sistem Pakar, Backward Chaining, Penyakit Mata, Diagnosa Awal.
Koordinasi Proteksi Arus Lebih Penyulang Tembuku terhadap Indeks Keandalan Sistem Distribusi 20 KV PT. PLN (Persero) ULP Bangli Sukadana, I Wayan; Ramadhani, Risma Fauziyah
J-Eltrik Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Eltrik Vol. 2, No. 2, November 2020
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/j-eltrik.v2i2.104

Abstract

Penyulang Tembuku dilengkapi peralatan proteksi over current relay (OCR) pada Recloser Tembuku dan rele PMT Outgoing Penyulang Tembuku di GI Gianyar. Berdasarkan data yang tercatat pada monitoring PLN UP3 Bali Timur, tiga dari empat kali gangguan yang terjadi pada Penyulang Tembuku disebabkan oleh kesalahan koordinasi pengaman sehingga terjadi pemadaman meluas. Hipotesa awal penyebab dari kesalahan koordinasi merupakan akibat dari rekonfigurasi jaringan Penyulang Tembuku. Dampak dari kesalahan koordinasi mempengaruhi salah satu kinerja indeks keandalan PLN ULP Bangli, yaitu pencapaian nilai SAIFI. Perhitungan arus hubung singkat menunjukkan nilai arus hubung singkat semakin besar setelah rekonfigurasi jaringan dikarenakan jarak penyulang yang semakin pendek. Hasil analisa dari setting eksisting menunjukkan bahwa waktu kerja antara PMT dan Recloser terlalu rapat, sehingga direkomendasikan untuk penyetelan ulang. Hasil perhitungan sebagai dasar rekomendasi diperoleh TMS PMT 0,19 s dan TMS Recloser 0,05 s dengan karakterisrik Standard Inverse. Analisa terhadap SAIFI menunjukkan jika kinerja proteksi sesuai dengan harapan, maka kontribusi pemadaman karena gangguan pada Penyulang Tembuku dapat ditekan sebesar 31% pada Triwulan I 2019.
Creative Packaging sebagai upaya Peningkatan Daya Saing Pedagang Laklak Bali di Pasar Ketapian Sumerta Oktaviani, Anak Agung Sagung Mirah; Sukadana, I Wayan
Empowerment Vol. 4 No. 01 (2021): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i01.4186

Abstract

  Pasar Ketapian Sumerta memiliki pedagang Jajanan khas Bali yaitu Laklak Bali. Laklak Bali memiliki unsur budaya leluhur Bali yang tinggi serta cita rasa yang sangat nikmat. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan pedagang Laklak Bali di Pasar Ketapian Sumerta yang kurang memiliki daya saing dalam memasarkan produknya melalui sebuah packaging yang kreatif. 2Maka dari itu pengabdian ini bertujuan untuk membantu memfasilitasi serta memberi pedoman pedagang Laklak Bali di Pasar Ketapian Sumerta dalam mengembangkan creative packaging serta daya saing pedagang Jajan Bali Pasar Ketapian Sumerta . Dalam pengabdian ini dilakukan metode observasi dan perencanaan, perancangan, serta implementasi. Setelah implementasi penggunaan creative packaging, pedagang Laklak Bali sudah mampu mencapai rata-rata peningkatan pendapatan Rp 50.000 hingga Rp 150.000 dari biasanya, serta para pedagang lebih mudah branding ke sosial media masing-masing melalui creative packaging yang telah digunakan. Melalui creative packaging, pedagang tradisional Laklak Bali mampu meningkatkan daya saingnya, sehingga memperoleh keuntungan yang lebih tinggi.
PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI MEDIA PEMASARAN PRODUK KERAJINAN BATOK KELAPA DI DESA BATUBULAN Kadek Lyana Prilandewi; I Wayan Sukadana
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.809

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan terjadinya perubahan dalam berbagai sektor kebutuhan manusia salah satunya pada bidang bisnis. Adanya perubahan ke arah digital memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk dapat menjual dan memasarkan produknya secara online dengan digital marketing. MD Pot Kelapa adalah usaha yang bergerak di bidang kerajinan batok kelapa, dimana limbah batok kelapa yang biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan diolah menjadi pot tanaman bunga yang unik dan bernilai seni. Masalah yang dihadapi usaha tersebut yaitu kurangnya pemahaman mengenai pemanfaatan digital marketing sebagai media pemasaran produk. Pemahaman terkait hal tersebut sangat diperlukan agar dapat bersaing dan bertahan terutama dimasa pandemi. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pemberian edukasi pentingnya digital marketing dan pelatihan penggunaan market place di Facebook dan membantu proses pembuatan akun Instagram Bisnis untuk usahanya sekaligus membantu membuat flayer digital sebagai bahan promosi di media sosial. Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaku usaha belum memahami pemanfaatan digital marketing sebagai media pemasaran produknya secara maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan adanya edukasi dan pelatihan secara berkelanjutan agar pemahaman digital marketing dapat terealisasikan secara optimal.  Abstract. The rapid development of technology causes changes in various sectors of human needs, one of which is in the business sector. The change towards digital makes it easy for people to be able to sell and market their products online with digital marketing. MD Coconut Pot is a business that is engaged in coconut shell crafts, where coconut shell waste which is usually only thrown away and not used is processed into flower pots that are unique and have artistic value. The problem faced by these businesses is the lack of understanding of the use of digital marketing as a product marketing medium. An understanding of this very necessary in order to compete and survive, especially during pandemic. The method used is by providing education on the importance of digital marketing and training on the  use of market places on Facebook and helps the process of creating and Instagram Business account for his business as well as helping to create digital flayers as promotional material on social media. The results of the activities that have been carried out show that business actors do not understand the use of digital marketing as a medium for marketing their products to the fullest. Therefore, education and training need to  be carried out on an ongoing basis so that understanding of digital marketing can be realized optimally.
Deteksi Dini Gangguan Transformator Berbasis Manajemen Transformator Untuk Meningkatkan Kinerja Operasi dan Finansial I Wayan Sukadana; Ketut Dodi Darmawan; I Wayan Sutama
Jurnal Teknik Elektro Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses penyaluran tenaga listrik hingga sampai ke konsumen, PLN sering mengalami berbagai macam gangguan. Salah satu gangguan yang sering terjadi yaitu gangguan Transformator Distribusi yang disebabkan oleh beban lebih atau overload. Sedangkan menurut surat edaran direksi PT PLN (Persero) No: 0017.E/DIR/2014 menyatakan bahwa persentase pembebanan transformator yang baik adalah dibawah 60%. Faktanya  di PLN ULP Singaraja masih ada transformator distribusi yang memiliki beban lebih dari 80%.  Kondisi tersebut yang menyebabkan terjadinya gangguan transformator distribusi akibat overload sebanyak 12 kali di tahun 2019. Sehinga diperlukan upaya preventif agar kondisi tersebut tidak terulang di tahun 2020 dengan melakukan deteksi dini terhadap gangguan transformator berbasis manajemen transformator serta dampaknya terhadap kinerja operasi dan financial. Dengan mempertimbangkan kelas aset dan beban trafo diperoleh 3 gardu distribusi yang akan digunakan sebagai objek yaitu gardu distribusi BL268, BL231 dan BR154 dengan beban masing-masing transformator tersebut adalah 99,72%, 109,31% dan 103,48%. Dalam tahap pelaksanaan dilapangan ketiga beban transformator distribusi disesuaikan dengan kapasitasnya melalui pemanfaatan satu transformator distribusi yang diambil dari gudang PLN. Hasil dari pemeliharaan menggunakan manajemen transformator distribusi diperoleh persentase pembebanan BL268 sebesar 50,53%, BL231 sebesar 67,39% dan BR154 sebesar 66,12%. Manfaat dari manajemen transformator distribusi di gardu distribusi BL268, BL231 dan BR154 yaitu dari sisi kinerja operasi dapat menurunkan 80% gangguan transformator dari tahun 2019 dibandingkan tahun 2020. Sedangkan dari sisi finansialnya dapat menghemat biaya pemulihan gangguan (cost recovery) sebesar Rp.172.260.060 dan meminimalisasi energi listrik yang tidak tersalurkan (ENS) sebesar 43.973 kWh atau setara Rp 64.904.135.
Thermometer Bicara Sebagai Upaya Deteksi Dini Covid-19 Berbasis Mikrokontroler ESP8266 I Wayan Sukadana
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.503 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i1.3059

Abstract

Saat ini kita sedang barada dalam kondisi Pandemi Covid-19 atau yang umum dikenal oleh masayarakat luas dengan sebutan Virus Corona. Covid-19 adalah virus yang menyerang system pernafasan hingga menyebabkan kematian. Salah satu anjuran pemerintah bahwa untuk mengantisipasi diri kita terhadap virus ini adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh kita dengan pola hidup sehat. Saat ini di semua area public selalu disediakan Thermogun yang dioperasikan oleh operator untuk pengecekan suhu tubuh. Sistem yang dirancang adalah system yang dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang secara langsung tanpa operator yang membawa alat pengukur suhu (Thermogun). Cara kerja Thermometer Bicara ini adalah jika sensor jarak typeHC04 mendeteksi objek dengan jarak maksimal 5cm maka sensor suhu mulai membaca suhu tubuh pengguna dan akan ditampilkan pada LCD dan juga diinformasikan dengan suara. Jika suhu tubuh terdeteksi 37ºC maka buzzer akan aktif dan speaker akan mengeluarkan suara peringatan. Alat ini menggunakan modul compatible microcontroller ESP8266 sebagai pusat kendali alat dengan sumber tegangan 9 volt DC dan menggunakan box plastic sebagai media Prototype Thermometer. Pengujian yang dilakukan dengan membandingkan Prototype Thermometer dengan Thermogun dalam kondisi normal di dapat pengukuran suhu tubuh yang terukur rata-rata yaitu 36,2ºC sampai 36,8ºC. Dari hasil pengujian yang dilakukan sebanyak 10 kali terhadap system yang dibuat dengan thermogun konvensional terdapat perbedaan suhu antara 0ºC - 0,4ºC. Dimana 2 kali pengujian terjadi perbedaan suhu antara 0,2 ºC dan 0,4ºC dan untuk 8 kali pengujian terjadi penurunan suhu sebesar 0,1ºC-0,3ºC. Sehingga kalau mengacu pada hasil pengujian, maka terdapat selisih suhu dari system yang dibuat dengan thermogun sebesar 0ºC- 0,4 ºC.
Prototyping PCB Menggunakan Computer-Aided Design I Wayan Sukadana; I Made Pande Darma Yuda
TIERS Information Technology Journal Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.109 KB) | DOI: 10.38043/tiers.v2i2.3310

Abstract

Perkembangan Teknologi yang semakin meningkat dan berkembang dapat memudahkan orang-orang yang kreatif dalam merancang system dan elektronik. Pada elektronik terdapat komponen yang sangat penting untuk menunjang komponen dan memberikan jalur penghubung antar komponen yaitu papan PCB. Sebelum adanya technology CAD untuk membuat PCB para pengembang technology Smart System/Internet of Things masih membuat PCB dengan cara manual namun seiring berjalannya waktu dan dengan berkembangnya teknologi sekarang membuat PCB sudah mudah dengan adanya Computer-Aided Design (CAD). Teknik awal seorang pengembang IoT/Smart System membuat PCB yaitu masih dengan cara membuat tata letak komponen dan menyesuaikan skala dengan komponennya setelah itu baru proses menggambar jalur menggunakan spidol permanen yang dibuat sedemikian rupa dengan apa yang telah digambarkan terlebih dahulu baru dilakukannya proses eatching. Setelah adanya technology CAD terdapat banyak perubahan disetiap tahap pembuatannya jadi tidak perlu menggambar tata letak komponen dan menyesuaikan sklanya dengan CAD itu semua sudah otomatis di tentukan. Pada pembuatan PCB dengan CAD bisa menampilkan bagian silk atau gambar bagian depan sehingga bagian silk tersebut bisa ditempel ke bagian atas PCB untuk memudahkan menentukan tempat komponennya. Proses pembuatannya juga lebih efisien dan lebih teratur dengan menggunakan CAD dari pada membuat secara manual sehingga dengan adanya Computer-Aided Design (CAD) sangat membantu dalam proses pembuatan desain PCB.
Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Antara PLN dan PLTS Benediktus Boranpil Juen; I Wayan Suriana; I Wayan Sukadana; I Wayan Sugara Yasa
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.156 KB)

Abstract

The need for energy in the world continues to increase while the fossil energy source used continue to run out, so an alternative energy is needed to supply energy needs. Electrical energy is an indispensable energy. The sun (sunlight) is one of the renewable energy, it can be used to generate electrical energy. Indonesia is a tropical country, so sunlight is available quite a lot. To get efficient and safe (consistent) electrical energy, you can use solar energy that is backed up with PLN's electrical energy (hybrid system). The planned hybrid system uses 200 WP (11 units) Solar panels, 100 Ah 12 V batteries (1 unit), Hybrid controller system with 1000 watt inverter, 12 Volt 10 A Charger Control. In use, charging the battery current for 6 hours. The way this hybrid system works is that the voltage is read using the INA219 voltage sensor, which will be processed on the Arduino Nano, and forward it to the relay to regulate the power source used, and display how much voltage is on the LCD. When the battery voltage runs out, usually at night, or the weather is cloudy, measured at 11.2 volts or below, the relay will switch the source from the battery (inverter) to the PLN source, the relay takes 1 second. And when the weather is sunny or the solar panel is exposed to a source of sunlight, measured at 12.0 volts or above, the relay will replace the power source from PLN to the battery (inverter), and the relay takes 1 second. Keywords: Hybrid System, Electric Power, solar panels
Audit Energi Listrik dan Air Serta Analisis Peluang Hemat Energi di Hotel Uma Ubud Bali I Nyoman Oka Suryatmaja; I Wayan Suriana; I Made Asna; I Wayan Sukadana
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.486 KB)

Abstract

The use of electrical energy and water is very critical in the hotel industry because of almost all operational equipment support are uses electrical energy and most of the hotel operation using water. However the use of electrical energy and water should be used efficiently. According to Government Regulation No. 70 year 2009 Article 10 (1), that individuals, business entities and permanent establishments in energy supply activities are obliged to carry out energy conservation. This process includes an Energy Audit, which is a method to calculating energy use in a building where the results obtained to be compared with the existing standards so that it can be seen whether the energy use in the building is efficient or not. The standard used is the USAID-ASEAN Energy Consumption Intensity (IKE), which is 300 kWh/m2/year for the electricity standard and for the water standard is using USAID|Indonesia Water Consumption Intensity (IKA) which the standard for Bali area is 3.48 m3/room occupied/year. The Energy Audit at hotel Uma Ubud Bali is obtained an IKE of 207.78 kWh/m2/year and an IKA is 2.58 m3/room occupied/year so that it can be said that the use of electricity and water at hotel Uma Ubud Bali is likely to be inefficient, so an analysis of Energy Saving Opportunities (PHE) is needed. Energy Saving Opportunities at the hotel Uma Ubud Bali can be implemented in periodic AC maintenance, the use of motion sensors, replacing conventional water heaters with heat pumps, reducing the pool water pump operating hours, replacing inefficient light bulbs into LED light and maximizing of using grey water from waste water treatment plant to watering plantation and irrigating fishpond. Keywords: Energy Audit, IKE, IKA and PHE
INOVASI NUGGET RUMPUT LAUT PANTAI GEGER, KABUPATEN BADUNG - BALI Ni Kadek Sintya Pratiwi; I Wayan Sukadana
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 2 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.03 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i2.6201

Abstract

Perkembangan pengolahan rumput laut semakin meningkat khususnya di bidang kuliner. Salah satu desa yang memiliki potensi dalam pengembangan rumput lautnya adalah desa sawangan yang sesuai untuk dijadikan lokasi dalam kegiatan pembudidayaan hasil laut yaitu rumput laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Inovasi Nugget Rumput Laut” bertujuan untuk mengembangkan potensi rumput laut dengan cara menginovasikan menjadi produk kreatif. Metode pelaksanaan penelitian pengabdian melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, pengolahan, dan tahapan evaluasi. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan memanfaatkan potensi pantai geger, dan menjadi terobosan inovasi produk kreatif baru. Sebagian besar masyarakat desa sawangan memiliki mata pecaharian sebagai pembudidaya rumput laut, penanaman rumput laut menggunakan metode lepas dasar.