Mesin bor duduk merupakan salah satu peralatan utama dalam kegiatan praktikum di Workshop Teknik Mesin Politeknik Negeri Kupang, sehingga keandalan dan ketersediaannya sangat menentukan kelancaran proses pembelajaran. Kerusakan berulang pada komponen mesin dapat menyebabkan downtime, mengganggu jadwal praktikum, serta meningkatkan risiko keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis reliabilitas mesin bor duduk, mengidentifikasi komponen kritis dan mode kegagalan, serta merumuskan strategi pemeliharaan yang sesuai menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data historis kerusakan periode 2022–2024 yang diperoleh melalui observasi, wawancara terstruktur, dan analisis dokumen. Analisis dilakukan menggunakan RCM System Breakdown, diagram Pareto, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR), serta RCM Decision Worksheet. Hasil penelitian menunjukkan MTBF sebesar 166,7 jam, MTTR sebesar 2,9 jam, dan availability sebesar 98,3%. Motor dan V-belt dikategorikan kritis secara operasional, sedangkan saklar merupakan komponen kritis terhadap keselamatan. Strategi yang direkomendasikan mencakup preventive maintenance, condition-based maintenance, inspeksi, dan pemeriksaan fungsi secara berkala. Disimpulkan bahwa penerapan RCM dapat menjadi dasar penyusunan sistem pemeliharaan yang lebih terstruktur untuk meningkatkan reliabilitas, keselamatan, dan kontinuitas operasional mesin.
Copyrights © 2026