Pendahuluan: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode evaluasi kompetensi klinis yang objektif, namun berpotensi menjadi stressor psikologis bagi mahasiswi tingkat awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengenalan prosedur OSCE dan infrastruktur laboratorium terhadap tingkat kecemasan mahasiswi dalam menghadapi simulasi OSCE. Metode: Desain kuantitatif analitik potong-lintang (cross-sectional) digunakan dengan teknik total sampling pada mahasiswi semester II D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Setelah fase data cleaning, diperoleh 64 sampel efektif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner adaptasi dan skala standar Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS), lalu dianalisis melalui uji regresi linier berganda. Hasil: Analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden mengalami kecemasan tingkat sedang (70,3%). Hasil regresi linear berganda membuktikan bahwa secara parsial maupun simultan, pengenalan prosedur OSCE (p=0,249) dan infrastruktur laboratorium (p=0,924) tidak berpengaruh signifikan terhadap kecemasan (p>0,05). Nilai konstanta yang tinggi sebesar 52,444 (p<0,001) mengonfirmasi adanya kecemasan dasar (baseline) yang nyata pada mahasiswi pemula. Nilai R Square sebesar 0,025 menunjukkan bahwa model eksternal ini hanya berkontribusi sebesar 2,5% terhadap variasi kecemasan. Simpulan: Kesiapan fasilitas fisik dan pengenalan prosedur makro tidak serta-merta mereduksi kecemasan antisipasi. Institusi disarankan beralih fokus pada penguatan aspek psikologis internal melalui manajemen stres dan peningkatan efikasi diri.
Copyrights © 2026