Latar belakang: Keratitis viral merupakan penyebab penting peradangan kornea yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan apabila tidak ditangani secara adekuat. Etiologi tersering adalah virus herpes simpleks, meskipun adenovirus juga sering ditemukan pada usia produktif. Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik klinis, penegakan diagnosis, serta tata laksana keratiti viral berdasarkan temuan klinis dan pemeriksaan penunjang. Laporan kasus: Dilaporkan seorang laki-laki usia 26 tahun dengan keluhan mata kanan merah, nyeri, rasa mengganjal, dan penurunan tajam penglihatan selama satu minggu. Pemeriksaan dan evaluasi dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan oftalmologi, uji fluorescein, dan pemeriksaan sensitivitas kornea. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan tajam penglihatan mata kanan 2/60, injeksi siliaris, defek epitel kornea numular multipel, hasil fluorescein positif, serta penurunan sensitivitas kornea. Pasien didiagnosis sebagai keratitis viral dan diberikan terapi antivirus sistemik, antibiotik topikal, serta terapi suportif, dengan perbaikan klinis pada kontrol lanjutan. Kesimpulan: Diagnosis dini dan tata laksana yang tepat pada keratitis viral berperan penting dalam mencegah komplikasi dan menentukan prognosis visual yang baik.
Copyrights © 2026