Asam traneksamat merupakan agen antifibrinolitik yang digunakan untuk mengendalikan perdarahan, namun penggunaannya dapat meningkatkan risiko trombosis sehingga diperlukan alternatif antitrombotik yang lebih aman. Kulit nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) mengandung bromelain dan senyawa bioaktif yang diduga memiliki aktivitas antitrombotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit nanas terhadap bleeding time, clotting time, jumlah trombosit, dan gambaran histopatologi jantung pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi asam traneksamat. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental post-test only control group design dengan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta tiga kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol kulit nanas dosis 200, 400, dan 800 mg/kgBB. Data dianalisis menggunakan uji statistik sesuai distribusi data pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit nanas secara signifikan meningkatkan bleeding time dan clotting time serta menurunkan jumlah trombosit, dengan efek terbaik pada dosis 800 mg/kgBB. Sebaliknya, pemeriksaan histopatologi jantung tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok sehingga tidak ditemukan indikasi toksisitas terhadap jaringan miokard. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas berpotensi sebagai kandidat antitrombotik alami tanpa menyebabkan perubahan histopatologi jantung pada kondisi penelitian, namun penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya melalui parameter koagulasi yang lebih spesifik serta pengujian jangka panjang.
Copyrights © 2026