Latar belakang: Gangguan pencernaan fungsional banyak ditemukan di praktik klinis dan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor biologis, psikologis, dan sosial; penelitian terbaru menyoroti peran disregulasi sumbu usus-otak dalam menjembatani pengalaman emosional dan manifestasi gastrointestinal, sehingga tujuan ulasan ini adalah menelaah bukti mekanistik yang mendukung sumbu tersebut sebagai dasar psikosomatik pada gangguan pencernaan fungsional. Metode: Dilakukan tinjauan naratif melalui pencarian di basis data utama (PubMed, Scopus, Google Scholar) dengan istilah kunci terkait sumbu usus-otak, gangguan pencernaan fungsional, mikrobiota, dan mekanisme psikosomatik; studi dipilih berdasarkan relevansi terhadap pemahaman jalur patofisiologi dan implikasi klinis, lalu disintesis secara tematik. Hasil: Sintesis literatur menunjukkan keterlibatan disbiosis mikrobiota dan perubahan metabolit, aktivasi jalur neuroinflamasi, gangguan transmisi saraf enterik, serta peningkatan sensitisasi viseral yang memediasi hubungan antara stres atau gangguan mood dengan keluhan gastrointestinal; namun heterogenitas metode dan minimnya data longitudinal membatasi kekuatan inferensi kausal. Simpulan: Disregulasi sumbu usus-otak kemungkinan besar merupakan dasar mekanistik psikosomatik pada gangguan pencernaan fungsional; penelitian longitudinal dan uji intervensi yang menarget mekanisme ini diperlukan untuk memperkuat bukti dan membimbing strategi terapeutik.
Copyrights © 2026