Tinea adalah infeksi jamur superfisial yang disebabkan oleh dermatofit, biasanya muncul dengan lesi central healing dengan tepi aktif berupa eritema, skuama, kadang papulovesikel, disertai pruritus. Faktor risiko meliputi lingkungan lembap, kebersihan yang buruk, dan kondisi imunosupresif seperti diabetes melitus. Laporan ini menyajikan kasus seorang wanita berusia 34 tahun dengan Tinea corporis et cruris dengan kadar gula tinggi yang mengalami perluasan lesi akibat terapi antijamur topikal yang tidak adekuat dan trauma mekanis akibat garukan. Penatalaksanaan meliputi cetirizine, ketoconazole topikal, mupirocin, dan mometason furoat. Penanganan kasus seperti ini memerlukan pendekatan komprehensif, termasuk terapi antifungal sistemik bila diperlukan, edukasi pasien untuk menghindari menggaruk, kontrol glikemik yang ketat, serta kepatuhan terhadap durasi terapi yang adekuat untuk mendapatkan eradikasi mikologis dan mencegah kekambuhan pasien kadar gula tinggi dengan dermatofitosis.
Copyrights © 2026