Trauma okuli akibat extraocular foreign body (EOFB) adalah cedera mata yang disebabkan oleh masuknya benda asing ke permukaan mata tanpa penetrasi ke dalam bola mata. Kasus ini melaporkan seorang pria dengan trauma mata kiri. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan hasil diagnosis, penanganan, dan perkembangan pascaterapi pada pasien dengan trauma kiri menyebabkan erosi pada kornea. Seorang pria berusia 66 tahun yang datang ke poli mata dengan keluhan kedua mata kabur serta mata kiri mengganjal. Selain itu pasien juga merasa matanya kiri pedih, silau dan terus menerus berair. Melalui hasil pemeriksaan status lokalis mata ditemukan visus OD 5/15 dan OS 5/15, OD Pterygium dan Katarak; jaringan fibrovaskular (+); lensa keruh dan tidak rata (+), OS trauma okuli, erosi kornea dan katarak; spasme (+) hiperemis (+) edem (+) lensa keruh dan tidak rata (+). Pemeriksaan fisik dan diagnostik menunjukkan adanya trauma okuli dan erosi kornea. Dilakukan penanganan awal dengan fluorescein test. Kemudian pasien diberikan terapi farmakologi. Pascaterapi, dilakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi mata. Hasil penelitian menunjukkan, meskipun trauma okuli sudah dinyatakan sembuh, kedua mata akan tetap terasa kabur. Sehingga untuk mencegah kekaburan yang lebih pasien dianjurkan untuk operasi. Trauma mata akibat kelilipan pasir termasuk ke dalam trauma extra ocular foreign body dapat menyebabkan cedera yang kompleks dan memerlukan penanganan yang tepat. Meskipun perbaikan kondisi mata dapat dilakukan dengan hasil yang baik, komplikasi seperti keratitis perlu diwaspadai sebagai potensi komplikasi yang dapat mempengaruhi prognosis jangka panjang pasien.
Copyrights © 2026