Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan kongenital paling umum yang terjadi akibat gangguan perkembangan struktur jantung pada masa embrio. Jenis PJB asianotik, seperti Atrial Septal Defect (ASD) dan Ventricular Septal Defect (VSD), sering kali tidak menimbulkan gejala berat pada awal kehidupan, namun dapat menyebabkan gangguan hemodinamik yang berdampak sistemik, termasuk gangguan perfusi hati dan metabolisme bilirubin sehingga memicu ikterus neonatorum. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara PJB asianotik dan ikterus neonatorum. Dilaporkan seorang bayi laki-laki usia 12 hari yang dirujuk dengan keluhan lemas, napas cepat, keringat berlebih saat menyusu, dan tampak kuning pada seluruh tubuh. Bayi lahir aterm melalui sectio caesarea atas indikasi cephalopelvic disproportion dengan berat lahir 3400 gram. Pemeriksaan fisik menunjukkan ikterus hingga ekstremitas bawah dan murmur jantung. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan bilirubin total 14,80 mg/dL dengan dominasi bilirubin indirek. Echocardiography menunjukkan ASD dan VSD dengan pirau kiri ke kanan disertai kardiomegali. Pasien mendapatkan spironolakton per oral, suplementasi zinc, vitamin B6, ursodeoxycholic acid, serta fototerapi selama 3×24 jam adekuat klinis. Pemantauan jangka panjang diperlukan untuk mencegah komplikasi.
Copyrights © 2026