Kanker lambung tetap menjadi masalah kesehatan global dengan angka mortalitas tinggi, meskipun pedoman klinis telah merekomendasikan skrining endoskopi pada populasi berisiko. Namun, kepatuhan pasien terhadap rekomendasi tersebut masih rendah, menunjukkan adanya disonansi antara pedoman klinis dan respons pasien. Systematic review ini bertujuan untuk mengevaluasi pola dan determinan disonansi tersebut dalam implementasi skrining kanker lambung berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data elektronik utama sesuai pedoman PRISMA. Studi observasional dan mixed-methods yang menilai kepatuhan pasien terhadap skrining kanker lambung dan faktor perilaku terkait disertakan. Penilaian kualitas metodologis dilakukan menggunakan instrumen risiko bias yang sesuai dengan desain studi. Hasil tinjauan menunjukkan adanya kesenjangan yang konsisten antara rekomendasi klinis dan partisipasi pasien dalam skrining. Faktor utama yang berkontribusi meliputi persepsi risiko yang rendah, ketakutan terhadap prosedur endoskopi, keterbatasan literasi kesehatan, hambatan sosioekonomi, serta lemahnya komunikasi dan rekomendasi tenaga kesehatan. Disonansi ini berimplikasi pada rendahnya cakupan skrining dan keterlambatan deteksi dini kanker lambung. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan implementasi berbasis perilaku dan penguatan komunikasi klinis untuk meningkatkan efektivitas skrining kanker lambung.
Copyrights © 2026