Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan infeksi kronis yang menyerang sel CD4 dan menyebabkan penurunan imunitas progresif hingga berisiko berkembang menjadi AIDS. Meskipun terapi antiretroviral (ARV) efektif menekan replikasi virus dan meningkatkan harapan hidup, komplikasi seperti anemia masih sering terjadi dan berperan penting dalam meningkatkan morbiditas serta mortalitas. Anemia pada HIV dapat disebabkan oleh inflamasi kronis, infeksi oportunistik, gangguan nutrisi, maupun efek terapi, sebagaimana ditunjukkan pada kasus ini dengan kadar hemoglobin 8,6 g/dL. Kondisi ini berdampak pada kelelahan, penurunan kualitas hidup, dan percepatan progresivitas penyakit. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terintegrasi yang mencakup deteksi dini, terapi ARV optimal, dan penatalaksanaan anemia. Rekomendasi dari World Health Organization, Centers for Disease Control and Prevention, dan International Antiviral Society-USA menegaskan bahwa pendekatan multidisiplin menjadi kunci dalam meningkatkan klinis dan kualitas hidup pasien HIV.
Copyrights © 2026