Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi perempuan dan ketidakadilan gender dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan serta menganalisis relevansi hasil kajian sebagai bahan ajar literasi gender di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman berdasarkan teori feminisme Simone de Beauvoir, Kate Millett, dan Mansour Fakih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan direpresentasikan mengalami subordinasi, stereotip negatif, kekerasan, dan hubungan dominasi kekuasaan patriarki. Meskipun demikian, tokoh perempuan juga mewakili subjek berdaya yang melakukan perlawanan dan strategi bertahan hidup guna mempertahankan martabat dirinya. Hasil kajian relevan untuk dikembangkan menjadi bahan terbuka literasi gender melalui pemilihan dan adaptasi bagian-bagian teks yang sesuai dengan perkembangan peserta didik, terutama untuk mengenali stereotip, ketidakadilan, kesetaraan, dan sikap menghargai martabat setiap individu. Novel secara utuh tidak direkomendasikan untuk dibaca langsung bagi siswa sekolah dasar karena memuat materi dewasa dan kekerasan seksual; yang dimanfaatkan adalah nilai, isu, dan cuplikan yang telah diseleksi serta disesuaikan secara pedagogis.
Copyrights © 2026