Latar Belakang: Aktivitas fisik dapat menyebabkan pengeluaran protein dalam urine yang mirip dengan tanda penyakit ginjal, tetapi keadaan ini tidak berbahaya, bersifat sementara dan reversibel. Proteinuria sementara akan negatif pada pemeriksaan setelah istirahat. Pekerja bangunan adalah pekerja dengan aktivitas fisik intensitas berat. Aktivitas fisik yang dilakukan pekerja bangunan dapat menyebabkan terjadinya proteinuria sementara. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh waktu istirahat terhadap hasil uji protein urine pada pekerja bangunan. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel urine yang diperiksa sebanyak 30 sampel pekerja bangunan diambil secara purposive sampling dengan pemeriksaan protein urine sebelum aktivitas fisik, setelah aktivitas fisik, 2 jam, 4 jam, dan 6 jam setelah istirahat. Pemeriksaaan protein urine dengan menggunakan metode carik celup. Data dianalisis mengunakan metode deskriptif. Hasil Penelitian: Menunjukkan protein urine sebelum melakukan aktivitas fisik seluruh sampel negatif, protein urine setelah melakukan aktivitas fisik seluruh sampel positif, protein urine pada pemeriksaan 2 jam setelah istirahat dengan 28 sampel negatif dan 2 sampel positif (+1), 4 jam dan 6 jam setelah istirahat seluruh sampel negatif. Kesimpulan: Ada pengaruh waktu istirahat terhadap hasil uji protein urine pada pekerja bangunan.
Copyrights © 2026