Meski sejumlah kajian tentang Masyarakat Madani dan pemikiran Nurcholish Madjid dalam pendidikan agama telah menunjukkan adanya relevansi dengan dinamika kontemporer, hubungan tersebut masih cenderung berbasis kesejajaran tematik, belum secara rinci mengkaji keterkaitan prinsip-prinsip Masyarakat Madani dan persoalan digital dalam PAI beserta implikasi transformatifnya. Untuk itu, dengan basis kajian pustaka dan pendekatan kualitatif, kajian ini bertujuan mengkaji relasi, relevansi, dan implikasi prinsip-prinsip Masyarakat Madani Nurcholish Madjid sebagai landasan konseptual dalam merespons tantangan digitalisasi dalam konten PAI. Data dikumpulkan melalui penelusuran dan telaah pustaka relevan, yang kemudian dianalisis dengan teknik content analysis dengan tahapan reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Hasil kajian menyimpulkan bahwa prinsip Masyarakat Madani Nurcholish Madjid relevan sebagai landasan transformasi PAI di era digital, melalui lima dimensi: teologis, kemanusiaan dan keadilan, kebebasan dan keberagaman, demokrasi dan tata kelola sosial, serta etika dan akhlak sosial. Prinsip tersebut menjadi kerangka untuk menghadapi tantangan digital sekaligus mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tidak sekadar berorientasi pada kecanggihan, tetapi pada pembentukan peserta didik yang beriman, kritis, inklusif, toleran, demokratis, dan berakhlak.
Copyrights © 2026