The program introducing traditional Japanese clothing and dance to senior high school/equivalent students aimed to enhance participants’ knowledge and understanding of traditional Japanese culture and to identify their interest in this cultural heritage. The activity employed a Community-Based Participatory Research (CBPR) approach, emphasizing collaboration between higher education institutions and the community, combined with a service-learning approach. The activity was attended by 136 high school students in Bandung and included the introduction and practice of Sakura Odori dance and Yukata, a traditional Japanese garment. Evaluation was conducted using a questionnaire consisting of multiple-choice and open-ended questions addressing participants’ knowledge, experiences, perceptions, and interest in traditional Japanese culture. The results showed that participants’ initial knowledge of traditional Japanese clothing was higher than their knowledge of traditional Japanese dance. A total of 85.1% of participants reported that they were familiar with traditional Japanese clothing, whereas only 30.4% reported being familiar with traditional Japanese dance. The open-ended responses indicated that participants were able to identify various types of traditional Japanese clothing and dances, as well as their characteristics, functions, and cultural meanings. Furthermore, 100% of participants expressed satisfaction with the activity, while 79.5% expressed an interest in learning more about traditional Japanese culture. Abstrak Program pengenalan pakaian dan tarian tradisional Jepang bagi siswa SMA/sederajat bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta mengenai budaya tradisional Jepang serta mengidentifikasi minat mereka terhadap budaya tersebut. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang menekankan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas serta dipadukan dengan pendekatan service learning. Kegiatan diikuti oleh 136 siswa SMA di Bandung dengan materi berupa pengenalan dan praktik tarian Sakura Odori serta pakaian tradisional Yukata. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner yang memuat pertanyaan pilihan ganda dan pertanyaan terbuka mengenai pengetahuan, pengalaman, persepsi, dan minat peserta terhadap budaya tradisional Jepang. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan awal peserta mengenai pakaian tradisional Jepang lebih tinggi dibandingkan dengan tarian tradisional Jepang. Sebanyak 85,1% peserta menyatakan telah mengetahui pakaian tradisional Jepang, sedangkan hanya 30,4% yang menyatakan telah mengetahui tarian tradisional Jepang. Jawaban terbuka menunjukkan bahwa peserta dapat mengidentifikasi beragam jenis pakaian dan tarian tradisional Jepang serta karakteristik, fungsi, dan makna budaya yang terkandung di dalamnya. Selain itu, sebanyak 100% peserta menyatakan puas terhadap kegiatan dan 79,5% menyatakan tertarik untuk mempelajari budaya tradisional Jepang secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026