This community service program aimed to strengthen the entrepreneurial mindset of Indonesian Migrant Workers (IMWs) through digital entrepreneurship training. The program involved 26 IMWs employed in the manufacturing sector and residing in South Korea. Data were collected using the Entrepreneurial Mindset Questionnaire, which consists of five dimensions: innovativeness, need for achievement, risk-taking, autonomy, and proactiveness. The training was conducted face-to-face at the Embassy of the Republic of Indonesia (KBRI) in Seoul using interactive lectures, group discussions, case studies, and working groups. The results showed that participants demonstrated a positive entrepreneurial mindset, with an overall mean score of 3.26 (SD = 0.35) on a four-point scale. The mean scores for each dimension also reflected a favorable entrepreneurial mindset: innovation (M = 3.35), need for achievement (M = 3.29), risk-taking (M = 3.22), autonomy (M = 3.05), and proactiveness (M = 3.27). These findings indicate that participants exhibited a generally positive entrepreneurial mindset after attending the training, particularly in the dimensions of innovation and need for achievement. The training may support IMWs in exploring digital business opportunities and preparing for entrepreneurial activities upon their return to Indonesia. Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pola pikir kewirausahaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pelatihan kewirausahaan digital. Program ini melibatkan 26 PMI yang bekerja di sektor manufaktur dan berdomisili di Korea Selatan. Data dikumpulkan menggunakan Entrepreneurial Mindset Questionnaire yang terdiri atas lima dimensi, yaitu inovasi, kebutuhan akan pencapaian, keberanian mengambil risiko, kemandirian, dan proaktif. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul dengan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan kerja kelompok. Hasil menunjukkan bahwa peserta memiliki pola pikir kewirausahaan yang positif, dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 3,26 (SD = 0,35) pada skala empat poin. Skor rata-rata pada setiap dimensi juga menunjukkan pola pikir kewirausahaan yang positif, yaitu inovasi (M = 3,35), kebutuhan akan pencapaian (M = 3,29), keberanian mengambil risiko (M = 3,22), kemandirian (M = 3,05), dan sikap proaktif (M = 3,27). Temuan ini menunjukkan bahwa peserta memiliki pola pikir kewirausahaan yang secara umum positif setelah mengikuti pelatihan, terutama pada dimensi inovasi dan kebutuhan akan pencapaian. Pelatihan ini berpotensi mendukung PMI dalam mengeksplorasi peluang bisnis digital dan mempersiapkan diri untuk menjalankan kegiatan kewirausahaan setelah kembali ke Indonesia.
Copyrights © 2026