Penelitian ini penting untuk menguji penerapan Functional Theory dari Benoit pada debat politik tingkat daerah, khususnya pemilihan wali kota, yang masih jarang diteliti dibanding tingkat presidensial. Hipotesis yang diajukan adalah adanya perbedaan penggunaan topik kebijakan (past deeds dan future plans) antara kandidat penantang dan petahana. Menggunakan metode analisis isi kuantitatif, penelitian ini mengkaji 526 unit analisis ujaran dari transkrip video debat Pilwalkot Pekalongan 2024 melalui uji statistik chi-square. Hasil deskriptif menunjukkan petahana lebih dominan menggunakan past deeds (56,7%), sedangkan penantang menonjolkan future plans (54,4%). Namun, uji Pearson Chi-Square menghasilkan nilai 5.112 (p=0.078 > 0.05), sehingga hipotesis nol gagal ditolak. Kesimpulannya, perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik, menunjukkan bahwa generalisasi teori Benoit pada level nasional tidak selalu menghasilkan pola signifikansi yang sama di tingkat kota.
Copyrights © 2026