Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang semakin menipis. Salah satu bentuk pemanfaatannya adalah biobriket yang dibuat dari limbah organik melalui proses karbonisasi dan pemadatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas biobriket berbahan limbah kulit kakao (Theobroma cacao L.) dan kulit jeruk (Citrus sinensis) berdasarkan parameter Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000), yaitu kadar air, kadar abu, nilai kalor, dan kerapatan. Biobriket dibuat dengan tiga variasi komposisi, yaitu A1 (63% kulit kakao:27% kulit jeruk), A2 (45%:45%), A3 (27%:63%), serta dua sampel pembanding, C1 (100% kulit kakao) dan C2 (100% kulit jeruk), dengan penambahan perekat 10% pada setiap formulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor berkisar antara 5272–5482 kkal/kg dan seluruh sampel telah memenuhi standar minimum SNI (>5000 kkal/kg), dengan nilai tertinggi pada C1. Kadar air berkisar 8,93–10,36%, sehingga sebagian sampel masih melampaui batas SNI (<8%). Kadar abu berada pada rentang 7,84–11,53%, dengan hanya C2 yang memenuhi standar. Kerapatan berkisar 1,05–1,21 g/cm³, menunjukkan struktur briket yang cukup padat. Variasi komposisi bahan memengaruhi kualitas biobriket. Limbah kulit kakao dan kulit jeruk berpotensi sebagai bahan baku biobriket, namun optimasi proses masih diperlukan agar seluruh parameter mutu SNI 01-6235-2000 dapat terpenuhi.
Copyrights © 2026