Penelitian ini mencoba untuk integrasi antara nilai kesehatan hutan sebagai variabel prediktor untuk menentukan threshold resiliensi ekosistem pasca kebakaran di Seksi Pengelolaan Taman Nasional 1 Taman Nasional Way Kambas. Penelitian ini bertujuan mengetahui status kesehatan tegakan pasca kebakaran berdasarkan indikator analisis vitalitas dan biodiversitas dan hubungan kesehatan hutan dengan laju suksesi. Metode Forest Health Monitoring digunakan untuk mencari nilai kesehatan hutan dengan membangun 6 klaster plot. Uji korelasi Person serta uji regresi sederhana digunakan untuk mengetahui hubungan kesehatan hutan dengan laju suksesi. Hasil dari penelitian adalah status kesehatan hutan di SPTN 1 Taman Nasional Way Kambas dalam kondisi sedang dengan nilai kesehatan hutan sebesar 4,58 dan memiliki hubungan kesehatan hutan dan laju suksesi yang sangat tinggi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,92. Hasil uji regresi menghasilkan persamaan Y=22,40 + 3,04X yang menjelaskan bahwa jika kesehatan hutan naik 1 maka laju suksesi akan naik 3,04. Hasil perhitungan Xthresold menunjukkan bahwa semua klaster plot memiliki tingkat reseliensi rendah yang menandakan harus ada kegiatan restorasi hutan pasca kebakaran.
Copyrights © 2026